14 February 2012

Erika: dulu, kini, dan nanti

Kepada dulu,

Gadis muda yang kurus. Tak usah berkecil hati, meski kulitmu hitam dan wajahmu tak cantik, ada hal lain yang bisa dibanggakan, misalnya : kau masih gadis paling tinggi di kelas. Nilaimu tak bisa pula dianggap remeh. Harusnya bangga menjadi dirimu –

Kepada kini,

Perempuan ini masih kurus, hanya dia sudah bisa sedikit berdandan. Giginya sudah lebih rapi – ada kawat memagari. Katanya, itu baik untuk membentuk wajahnya agar lebih bagus lagi. Padahal gadis yang masih saja gadis di usianya yang ke-28 ini, bukanlah tipe pedandan yang feminin.
Kesukaanmu yang telah menjadikanmu mendapatkan uang saku – yakni bernyanyi – sebaiknya tetap dipelihara, kesehatannya. Aku tahu kau susah lelap di malam hari, susah bangun pagi pula. Jangan dijadikan kebiasaan. Jadilah sebenar-benarnya perempuan.

Minggu ini hari terakhir untuk menulis surat cinta. Cinta di sekelilingmu jangan semuanya kau abaikan, jangan pula kau beri harapan. Kau sudah sejauh apa mencintai dirimu, Erika?

Kepada Nanti,

Berdoalah untuk segala niat. Tak perlu diumbar, tak perlu ditulis berlembar-lembar. Kau sudah menjadi perempuan yang lebih luar biasa lagi. Jadi atau tidaknya menikah dengan pria yang dulu pernah di hatimu, itu soal nanti. Setelah surat ini, kau jangan segan mampir lagi – walau hanya menceritakan tentang keluhan yang memuakkan, halamanku adalah yang paling tabah dan pendiam.

Erika, apapun kau jadinya. Jangan berhenti mencintai dirimu.

Untukmu yang belajar mencintai,

Ika


Oleh:

1 comment: