14 February 2012

Superterimakasih :)

Kedah, 12 Februari 2012

Dear @PosCinta @ekaotto dan para Tukang Pos lainnya,

yang 30 hari kebelakang setia ramaikan timeline saya

Selamat siang..

Apa kabar pakbos @PosCinta dan kak @ekaotto?

Pasti baik, dong? Soalnya, timeline saya dipenuhi oleh foto-foto acara gathering #30HariMenulisSuratCinta di Bandung. And they told me enough that you guys are having a really good time there. Ah, kebetulan sekali saya gak sedang di Bandung. Pun, gak mungkin saya meninggalkan tugas magang yang menumpuk ini untuk terbang pulang kesana..

Hhh.. Sejuta iri saya kirimkan dari Kedah untuk kalian yang bisa ikut. :’( Jikalau memungkinkan, dirutinkan saja pertemuannya. Jadi saya bisa ikut di pertemuan selanjutnya. Hehee.. :p



Gak terasa sudah sampai di hari ke 30. Wah, siapa sangka saya bisa ikut berkontribusi, walaupun pernah bandel beberapa kali. Beberapa nomor terlewat karena ke(sok)sibukan, ke(sangat)(pe)lupaan, juga sakit. Tapi, sejauh ini saya cukup puas dengan puluhan surat cinta yang bertengger manis mengisi blog saya. Juga ada beberapa di blog Pakbos @PosCinta. Superterimakasih untuk itu.

Mulanya, seperti semua penulis amatir-juga-pemula-ditambah-moody-serta-pemalas, saya agak ragu ikut #30HariMenulisSuratCinta. Ragu, takut belum bisa jaga komitmen pada diri sendiri untuk menulis sekonsisten itu. Ragu, takut semua inspirasi yang diawal membanjir seperti jalanan di Jakarta saat musim hujan, tiba-tiba menguap tanpa bekas. Ragu, takut semua nyali untuk menulis yang saya kumpulkan satu per satu setiap hari, tiba-tiba rontok begitu saja saat teman-teman saya tertawakan cara saya bercerita dalam kata-kata. Ragu, takut surat-surat yang saya tulis tiba-tiba berhenti ditengah-tengah, karena mood saya ingin mogok kerja, tanpa peringatan.

Tapi, di hari ke 30 ini saya menyadari satu hal. Bahwa ternyata, yang sulit memang bukan memulai, tapi konsisten pada komitmen seperti di saat permulaan. Memotivasi diri sendiri juga penting untuk saya tetap menjaga komitmen itu. I have to keep motivating myself to write about anything in so many ways. Walaupun pada akhirnya, cinta-cintaan sama si ‘ehem-ehem’ lah yang paling banyak dibahas dalam surat-surat saya. :p

Superterimakasih yang berjuta-juta saya kirimkan untuk Pakbos @PosCinta, @omemdisini @tuannico @godhfd dan para Tukang Pos: @ekaotto @adimasimmanuel @heykila @hurufkecil @perempuansore yang setiap harinya sudah ikut mengingatkan saya untuk menulis, juga memotivasi dan menginspirasi. Disadari ataupun nggak. Khususnya untuk kak @ekaotto yang rajin kirim surat-surat saya kesana-kemari setiap hari, semoga segala harapan dalam surat cantiknya “Aku Ingin Menikah” cepat-cepat dikabulkan Tuhan. Amiin :’))

Superterimakasih yang berjuta-juta juga saya kirimkan bagi kamu, lelaki-di-surat-nomor-satu. Kamu, inspirasi dari segala inspirasi surat-surat saya. Terimakasih atas maju dan mundurnya kamu. Saya jadi bisa banyak berkata-kata tentang itu. Terimakasih atas ada dan tiadanya kamu. Terimakasih atas pahit dan manisnya kamu. Saya jadi bisa banyak merenungi kamu. Merenungi arti kita dalam sudut pandang kamu. Merenungi arti saya dalam sudut pandang kamu. Dan saya bisa merenung tentang diri saya sendiri. Lalu, menyadarkan apa yang semestinya saya sadari sejak lama..

Well, sampai jumpa di surat-surat berikutnya yang-entah-kapan! Superterimakasihbanyak :)

Dari saya,

yang 30 hari kebelakang pernah ragu-ragu untuk memulai



Oleh:

1 comment: