27 January 2012

Pink

Pink,

Aku lelah,
Kita sudahi saja ya permainan kita.

Aku harus kembali pada kekasihku,
Ada masa depan yang ingin kubangun bersamanya,

Kamu bagaimana?
Sudah tahu harus berlabuh ke mana?
Atau memang selamanya ingin terapung-apung di lautan bebas?

Bersamamu itu bagaikan naik roller coaster
Senang iya, Takut iya, Tegang iya, Ketagihan iya..
Kamu adalah akumulasi ekstasi yang berwujud emosi
Kenikmatan sesaat yang dicari setiap manusia,
Tapi bukan untuk dirasakan selamanya.

Kamu datang saat aku didera rasa hampa
dan Aku pergi saat tersentak oleh rasa bersalah
Apa yang kita miliki, tercipta memang hanya untuk sementara

Aku tidak ingin mengusirmu dari hidupku
Tapi aku pun tidak tega membiarkanmu berdiri sendiri,
Saat aku membimbing tangan kekasihku di Altar suatu hari nanti
Hidup adalah pilihan,
Sayangnya,
Kamu bukan.

Pink,
Tutuplah episode hidupmu yang kelam ini,
Mulailah semuanya dari awal selama belum terlambat
Kita semua pernah melakukan kesalahan di dalam hidup
Namun itu tidak pernah berarti kita hidup untuk melakukan kesalahan

Ah,
Aku tahu betapa munafiknya untuk mengatakan itu.
Tapi malam ini aku akan menceritakan semuanya pada kekasihku
Jika ia menerima permohonan maafku,
Dengannya lah aku akan menghabiskan sisa hidupku.

Jika ia tidak memaafkanku,
Dan hubungan yang telah kami bina selama 1,5 tahun ini harus berakhir,
Maka terjadilah.
Aku akan menikahi selingkuhanku yang lain.

Bukan kamu, tentu saja.

Selamat malam Pink,

Selamat tinggal.





oleh @NCLYS

diambil dari http://lampubiru.com/

Variatio 13. a 2 Clav.

Untuk Kau budak belian yang setia tanpa merenggut di tengah asap pembakaran, yang setia bangun di kala subuh hanya untuk menyikat kaki - kaki kudaku agar bisa kupakai berkeliling, dan bertemu dengan teman – temanku sesama Priayi.

Jadi karena sebelumnya tak pernah kulakukan ini, tak pernah kutuliskan surat teruntuk seorang inlander. Apa kabarmu hai kawanku yang berkulit hitam?  Mungkin saat Kau terima surat ini, kau sedang sibuk membuatkan makanan untuk anak – anakku sebelum pergi sekolah. Sedangkan dirimu sendiri mungkin belum sempat mencuci muka, atau sekedar memberi makan anakmu yang sedang menyetrika kemejanya yang kusut di gubuk kecil bagi kalian di belakang rumah.

Aku harap kalian baik – baik saja, karena jika perbudakan ini selesai pada suatu saat, atau mungkin kalian bersatu kemudian dan membuat pemberontakan, Aku sejujurnya akan kebingungan tentang bagaimana jadinya nanti. Dari dalam lubuk kemanusiaanku yang paling dalam, Aku merindukan kita duduk semeja, tak perlu Kau dan anakmu harus sembunyi – sembunyi makan di belakang rumah, bersama anjing – anjing penjaga yang setia. Tapi memang kemanusiaan harus mati demi penghormatan kadangkala. Tahukah Kau, Aku mengerang tiada tara, ketika kau tak pernah dianggap ada, saat Aku dan kawan – kawanku menyantap makanan di meja bertaplak putih yang selalu kau bersihkan? Bahkan untuk kain yang kau sendiri basuh, kau tak pernah punya kesempatan untuk bersantap diatasnya.

Mungkin terkadang Kau berpikir bahwa Aku terlalu egois, menjaga kedudukan dan uang dengan tidak peduli dengan kalian. Aku sudah berusaha, tapi satu suara kadang terlalu kecil di tengah dunia, teman. Dalam semua impian, hanya satu impian yang betul –betul Aku inginkan, yaitu kita duduk bersama di meja makan. Dan tak ada lagi tuan dan budak, priayi dan inlander, hitam dan putih. Tak ada lagi Kau yang memberi makan Aku lebih dulu dari anakmu sendiri.

Bahkan dalam kebejatan manusia yang paling rendah, tiada tempat untuk ketidak-adilan seperti ini. Maka lewat surat ini pula, Aku mengijinkanmu membaca buku – buku di lemariku. Bacalah wahai temanku, menjadi pintarlah, dan bunuhlah kami yang menjajahmu ini suatu saat. Percayalah, jika keadilan tak bisa kuperjuangkan. Maka Aku harap kalian akan bergerak dengan sendirinya. Bahkan jika itu terjadi nanti, nyawaku-pun harus terenggut sebagai bayaran bukanlah suatu masalah bagiku kawan.

Dari Tuanmu yang selalu menunggu kursi kosong untuk diisi oleh anakmu dan Kau juga di sisi lain meja makan.




oleh @MungareMike

diambil dari http://mungaremike.tumblr.com/

T

Kepada Tante D,

T, begitu biasa kupanggil dirimu, bagaimana kabarmu? Aku selalu berdoa supaya T dan keluarga berada dalam kesehatan dan perlindunganNya.

Kita belum bertemu lagi sejak (kalau aku tidak salah ingat) bulan Juli 2011. Aku masih ingat saat itu, aku baru saja pergi liburan dari Karimun Jawa bersama teman-teman dan anakmu juga.

Aku bahagia T karena itu pertemuan pertama kita semenjak aku pindah kerja di Jakarta. Kebahagiaanku bertambah karena aku bisa bertemu Yangti, Om, Caki dan Ajeng. Aku jadi ingat sewaktu masih sering menghabiskan waktu di Jakarta denganmu, sudah beberapa tahun yang lalu. Hanya kita berdua saja. Bahkan anakmu yang saat itu statusnya masih menjadi pacarku saja tidak turut serta. Aku terbiasa menemanimu ke berbagai acara, lalu pulangnya kita makan bakso atau sekedar cuci mata di Mall. Entahlah, saat itu aku merasa T sudah seperti keluargaku sendiri, kita banyak memiliki persamaan. Sama-sama tukang jalan, sama-sama suka bakso dan sama-sama aktif di berbagai kegiatan.

Padahal anakmu bilang kalau T itu cemburuan sama pacar anaknya dan aku dimintanya berhati-hati, tapi perlakuanmu padaku baik-baik saja. Sangat baik malah, sehingga aku tidak merasakannya.

Sayangnya, hubunganku dan anakmu tidak berjalan sesuai harapan. T tentu tahu penyebabnya apa, dia selalu bercerita padamu kan tentang aku dan dia? Maafkan aku ya, T, karena aku tidak bisa membahagiakan anakmu. Aku sedih melihat ia sempat sedih karena aku. Jika T tanya apakah aku menyayanginya? Tentu saja aku menyayanginya. Namun, untuk menghabiskan hidup bersama, tidak cukup rasa sayang saja kan ya? T setuju kan jika keyakinan dan prinsip keluarga juga menjadi salah satu pertimbangan kedepannya. Aku paling tidak bisa berkata-kata jika sudah menyangkut hubunganku dengan dia. Dari luar terlihat sederhana bahkan tidak ada apa-apanya, namun ternyata tingkat kompleksitas didalamnya bisa dibilang hampir sempurna. Maaf ya, T, karena hingga saat ini hubunganku dan hubungan anakmu tidak baik-baik saja, dan belum bisa menjadi teman biasa. Aku bisa mengerti alasan yang ia berikan mengapa hingga saat ini kami belum bisa berteman tapi tidak juga bermusuhan.

T, aku kangen deh ngobrol-ngobrol santai bareng sembari makan bakso atau nonton TV di rumah T. Aku kangen waktu kita jalan bareng di Jakarta dan di Bandung juga. Terima kasih ya, T, telah sangat baik terhadap aku, menganggapku seperti anakmu sendiri. Terima kasih atas doa, perhatian dan ucapan selamat ulang tahun yang tidak lupa T kirimkan. Doakan aku ya, seperti T mendoakan anak perempuan T dan semoga nanti ibu mertuaku bisa baik seperti T.

Salam untuk keluarga ya, T.

Mudah-mudahan dilain waktu kita bisa bersilaturahmi lagi.

Dini.




oleh @naminadini

diambil dari http://berceloteh.tumblr.com/

Dear Lumix

Yang berbaju pink..

Yang bermata jeli karena mempunyai 5x optical zoom

Yang selalu jujur dengan apa yang kamu lihat itulah yang kamu perlihatkan, tidak seperti pembantu mu yang bernama photo editor, dia lihai berbohong, lihai menyembunyikan ketidaksempurnaan.

Bentukmu mungil, cantik dan mulus, maafkan kalau aku sesekali tak memperlakukanmu dengan lembut sehingga memberikan beberapa goresan di tubuhmu.

Kamu memberikan cahaya terang ketika malam dan begitu menawan ketika siang, jernih hatimu, tulus tugasmu.

Kamu yang selalu menemani hari-hariku, menghiburku ketika aku bosan dan tahu apa yang aku mau
darimu, kamu mengerti bagaimana mengekspresikan mood aku.


Entah bagaimana hidupku tanpamu, mungkin aku bisa bosan setengah mati, tanpa ada yang menghiburku dan bermain denganku, menggodaku untuk menggunakanmu. Aku butuh kamu, aku tak mau kehilanganmu, tetaplah bersamaku menemani hari hariku yang membosankan.

Aku Cinta Kamu Lumix.

PS: Aku berencana membuat Jaket untukmu dengan bahan cantik berbunga-bunga yang aku yakin kamu pasti suka karena saat ini sedang musim dingin, aku tak mau kamu kedinginan.




oleh @NonaHujan_

diambil dari http://strangerinengland.tumblr.com/

Masih Sama-sama

Haaii apa kabar kamu disana, yang lagi sibuk mencari cinta sebagai arjuna setelah putus dari aku :D. yang lagi mendem galau karna masih nggak bisa keluarin aku dari fikiran kamu, nggak usah maksain diri buat nutupin itu.. soalnya aku juga begitu. HAHAHHAHAHHAAA..  HAHAHHA…..

1.310 adalah banyaknya hari dimana kita bersama, hari yang berisi dengan cinta, kasih, canda, tangis, tawa, kesel, marah, hadiah, foto-foto, wall2 atau coment2 facebook, twit atau RT twitter, travelling, kanker (kantong kering), nyanyian, oleh-oleh, cemburu, pelukan, kecupan, khawatir, curiga, terimakasih, maaf, kepiting saos tiram, gombalan, pujian, kecewa, pria lain, wanita lain, cita-cita, harapan, mimpi, kangen dannnnn mungkin kamu bisa melanjutkannya ada apa lagi dalam 1.310 hari itu…. :D

Setelah 1.310 hari menjadi hitungan yang berhenti karena kita memutuskan untuk berpisah, tapi sebenarnya kita masih sama-sama loh..
Masih sama-sama kangen kan,
Masih sama-sama khawatir
Masih sama-sama galau
Masih sama-sama gengsi
Masih sama-sama  rajin baca time line satu sama lain
Masih sama-sama cek recent updates contact BBM
Masih sama-sama cek wall FB masing-masing
Masih sama-sama nggak rela kalau ada lawan jenis yang deket
Masih sama-sama cari-cari informasi lewat apapun itu
Masih sama-sama ngetrip kesana kemari buat lari dari mikirin kamu
Masih sama-sama berusaha lari dari semua kelakuan ini
Dan MASIH SAMA-SAMA NYIMPEN SEMUA INI DENGAN SANGAT RAPIH :D

Kompak banget yah kita, walaupun udah putus kita “masih sam-sama”, jujur deh dari sama-sama tadi berapa salahnya aku? JUJUR ya..  pasti bener semua kannn….. *PD tingkat walikota*

Oya, kalau dari ke 12 poin itu aku banyak benernya, bisa donk kita sama-sama di weekend nanti  #ehh.

Hmm…. Setelah putus dari kamu aku terima ajakan jalan dari cowo-cowo lain loh, yup!! Aku makan, nonton, jalan2 di mall seperti rengekan aku dulu ke kamu yang pengen banget kaya gitu tapi nggak pernah diakabulin sama kamu.  Setelah dikabulin sama cowo lain tentang gaya ngedate seperti itu, aku jadi ngerti kenapa kamu nggak pernah ngabulinnya buat aku. TERNYATA NGEDATE DI ALAM LEBIH SERU DARIPADA NGEDATE DIBAWAH GEDUNG (re: mall) . hahahaa.. susah ya emang kalau pecinta dan penikmat alam kaya kita ngedate begitu, berasa masuk dunia lain.

SO.. aku serius ngajak kamu menikmati alam sama-sama lagi.. itung-itung ganti rasa penasaran kamu waktu ngetrip ke sawarna buat nikmatin alam bareng lagi sama aku tapi malah nggak ketemu.CMIIW..



Taman Sakura di tempat favorit kita lagi mekar loh, kita ngecamp semalem aja di mandalawangi , weekend ini atau weekend lusa. Seperti biasa kamu yang bawa alat-alat campnya, aku yang bawa keperluan lainnya *nyengir kuda*. Api unggunan sambil ngeteh ditengah hutan kayanya surga banget . sadar nggak sih semenjak kita putus kita nggak pernah tau pasti apa yang membuat 1.310 berhenti karena kita berdua hanya berisi ego bukan obrolan yang sehat dan damai bersama teh sar*wangi. Berangkat sabtu sore or sabtu malem!

OKE!! Mari Tes kejodohan…. :D
Mention atau BBM aku ya buat respone surat ini, ketik kode-kode ini :

  • Nda            : kalo kamu udah terima surat ini
  • Nda Nda 1 : kalo kamu setuju ajakan aku tapi weekend ini (tgl 28)
  • Nda Nda 2 : kalo kamu setuju ajakan aku tapi weekend lusa (tgl 4)




NOTE : kalau ternyata kamu sudah dengan yang lain dan ke-12 poin itu SALAH TOTAL silahkan diabaikan surat ini.. -____-

with love
-Nda-





oleh @karinpolka untuk @raztavarian

diambil dari http://disela-sela.blogspot.com/

Jemari, Inspirasi dan Hati

Kepada tiga sahabat dalam setiap tulisanku,

Belum, memang belum tiga puluh hari ya. Tapi kau tau sendiri, setiap aku menulis aku tak pernah mau menahan apa yang aku tulis. Semuanya mengalir begitu saja. Dan hari ini, sepertinya giliran kalian untuk kutulisi surat cinta

Kepada Jemari,

Bagaimana kabarmu? Lelahkah selama tiga belas hari sudah loncat dan lari-lari diatas keyboard ini? Tapi sepertinya banyak jemari yang sudah berhenti menulis sebelum empat belas febuari. Entah karena jemari mereka kelelahan dan ingin berhenti sebentar lalu keterusan. Atau karena jemari mereka kehilangan tarian untuk menulis lagi. Tapi yang pasti aku ingin berterima kasih pada kalian, para jemari. Sepuluh jari yang selalu membantuku setiap hari. Bukan hanya ketika menulis surat cinta ini, melukis atau menulis puisi. Tapi juga untuk memperkenalkanku pada dunia tulis-menulis yang tak bisa kutinggalkan karena sudah terlanjur cinta. Tapi yang pasti tiga puluh hari ini buatku bukan kompetisi, tapi seperti media untuk menulis dengan hati. Seperti perantara yang membuatku menulis lebih rajin lagi. Menulis tiada henti. Menulis menyampaikan isi hati. Menulis dengan menciptakan dunia sendiri. Terima kasih.

Kepada Inspirasi,

Tanpa inspirasi tulisan-tulisanku mungkin tak akan jadi. Inspirasi itu seperti bumbu-bumbu penyedap yang menjadikan tulisanku penuh rasa. Aku kadang merasa kalau inspirasiku hilang seketika. Seperti kau tidak ada. Tapi sebenarnya kau ada disana. Hanya aku yang malas mencari saja. Bukan, mungkin bukan mencari. Tapi memperhatikan sekitar dan meneliti. Kau hanya bersembunyi kan? Ya aku tau. Terima kasih untuk selalu berada disana. Terima kasih karena telah menghadiahkan orang-orang yang sangat menginspirasi. Entah hanya sekedar lewat kata-katanya, pemikirannya, lagunya, atau sekedar karena kehadirannya. Untuk kamu, hey inspirasi dan mereka yang telah menginspirasi, aku ingin berterima kasih sekali lagi.

Dan Kepada Hati,

Dua kali kukirimi surat cinta tahun ini? Ya, tapi memang sudah sepantasnya. Karena tanpa kamu, tak lengkap semua tulisanku. Tanpa kamu tak ada cerita istimewa yang lain dari biasanya. Beda hati beda cerita kan? Hatiku ya aku yang mengalaminya, bukan mereka. Jadi pastilah beda-beda. Dan setiap hati pasti menuliskan cerita istimewa untuk setiap pembacanya. Mungkin para jemari sudah mulai menari, begitu pun inspirasi. Tapi tanpa kau, hati...rasanya tulisan ini tak mungkin sampai kepada setiap hati yang membacanya. Bukankah setiap apapun yang lahir dari hati akan selalu sampai ke hati? Terima kasih ya karena tak pernah berhenti membantuku hingga hari ini.

Terima kasih kepada jemari, inspirasi dan hati. Jangan berhenti menemani ya.



Tertanda sahabatmu.





oleh @lovepathie

diambil dari http://simpleloveable.blogspot.com/

Cantik (cover by: Rangga)

Surat ke tiga belas dihari kamis yang manis buat sahabat terbaik gw yang  item manis heheehee..
Ini buat lu yang jaraknya terpisah ribuan mil dari tempat gw tinggal
Buat lu si anak gaol Bogor yang terdampar dipulau paling timur indonesia ( jodoh kali ya blake lu penempatan disana,  item-item eksotik gimanaaaa gitu :p )

Entah kapan terakhir ketemu, Dan entah kapan juga kita bisa ketemu lagi.
Surat ini buat lu classmate gw di fikom tercinta

Buat lu yang lagi belajar berhenti ngeroko
Buat lu yang cinta basket
Buat lu yang suka angka 7
Buat lu yang punya acc twitter @ranggamawardi
Buat lu yang sayang banget ama keluarga
Buat lu patner persentasi gw yang paling klop
Buat lu yang suka ngirim voicerecord ke bbm gw
Buat lu yang jauh-jauh dari jakarta cuman numpang *mpup doang dirumah gw ( ga sopannn ni anak padahal itu pertama kalinya maen ke rumah dan hanya 10 menit hahahaa.. Dikira MCK ya rumah gw ‎​​​​​Ħεε:p ħεε:p ħεε:p,,  )
Yup.. Surat ini buat lu yang gw panggil "blake" bukan "black"

Blakeeeee........ Kangen banget
Apa kabar lu? sehat kan? Musim apa sekarang disana? Gimana manukwari aman? Adakah kisah cinlok disna hehehhe.. Mana dong cewe-cewe papua yang kece-kece? Ayoo Ceritain ke gw keindahan Raja ampat yang terkenal itu.

Sore ini gw lagi makan moci rasa pandan di jam empat lebih duapuluhtujuh dan gw inget lu. Lu suka minta gw bawain oleh-oleh khas cianjurKu ini kan? Mau gw paketin ke papua tapi takut basi dijalan!!


Blakeeee.... gw seneng banget dapet voicerecord dari lu malem itu, kaget dapet bbm judulnya
'cantik (cover by rangga)'  aaseekkk ini lagu favorit gw (PLAY)
 " Cantik... Bukan ku ingin mengganggumu, Tapi apa arti merindu, Selalu...Ooo... Walau mentari terbit di utara, Hatiku hanya untukmu....... "
romantis uy si blake ... betah nih cewe-cewe deket lu hehehhee..
makasih ya aseli suka deh. Makin jago aja nih nyanyinya, Inget yah ntar kalo gw nikah lu wajib nyanyiin lagu buat gw hehhehe...

Blake makasih ya, buat persahabatan tanpa syarat ini, bareng lu kita bisa saling memuji dengan tulus kehebatan masing-masing dan saling ngingetin saat salah satu dari kita ada yang salah. Ada kali ya 2 tahun kita ga ketemu, tapi alhamdulillah silaturahminya masih terjalin, jangan putus komunikasi 'n doa ya.
Jadi inget waktu kuliah, kangen banget gw ama jatinangor dengan segala isinya, curhatan-curhatan kegalauan ampe yang paling bahagia kita :))
Blakeee.... tar giliran gw yang maen ke rumah lu, gw pengen ketemu mama lu dan bilang kalau anaknya si 'Rangga Ahmad Mawardi' ini keren banget tante dan sayang tante bangetttttt :)
Ya udah baek-baek ya lu disana, jangan lupa netepan, ngajinya juga yang rajin. Gw doain yang terbaek buat karir n jodoh lu.aminn.... doain gw juga ya blake :)

Heh, lu masih punya utang ke gw, Gw masih nunggu foto lu pake koteka yak.. Hehehhee..

Salam terhangat dari gw buat papua,
Someday I would like to visit that place :)




oleh @mpe_eva untuk @ranggamawardi

diambil dari http://catatankeciltentangdia.blogspot.com/

Untuk si penyuka bunga tulip, Ai.



Kepada ai @uchan_emilia , si penyuka bunga tulip.

Ai-ya, annyeong..

Kuputuskan untuk menulis surat untukmu.. Ini suratku yang keberapa yah, tidak tahu aku lupa. Hehehehe..

Ai-ya, mungkin aku bukan teman yang baik. Maafkan aku yah, seperti aku sangat egois. Tapi kau sahabat yang baik koq untukku. Disaat aku sangat ingin menangis karena menolak posisi Assistant Manager di salah satu Coffee Shop milik jaringan Lotte. Padahal kau tahu kan kalau aku sangat mengenginkan posisi itu. Disaat itu kurang dari satu jam kau datang dan menemaniku minum kopi. Menenangkanku, mengajakku bicara dan kau juga menemaniku melamun, lebih tepatnya kau melihatku melamun.

Ai-ya, hidupku sekarang aneh. Aku tidak tahu kenapa, aku ingin hidupku yang seperti dulu. Ayo temani aku jalan-jalan ke taman safari.

Dari si pecinta bunga matahari,

Yunie Dwi




oleh @LaCandelila9 untuk @uchan_emilia

diambil dari http://yuniesoeradijaya.tumblr.com/

Cinta yang sederhana.



Untukmu

Andai engkau tahu, telah lama aku memendam rasa. Ku membisu telah lama untuk mengatakannya padamu. Aku menyukaimu senyummu. Senyummu membuatku ikut tersenyum dan malaikat pun ikut tersenyum.

Sebelumnya aku belajar memahamimu. Hingga aku memahami siapa dirimu. Aku mencintaimu dengan sederhana dan apa adanya jujur dalam hati. Sederhana seperti menarik napas.

Engkau adalah seorang bidadari sejati yang patut untuk aku cintai. Jangan pernah kau ragu tuk mencintaiku, aku pun tak ragu mencintaimu. Kau adalah sumber dari tiap tiap doaku. Ku ingin kau bersamaku agar namamu selalu ada dalam doa-doaku ini. Kau sadar Tuhan menciptakan cinta itu untuk kau dan aku.

Aku mohon kau pun belajar mencintaiku. Agar mempermudah dalam penyatuan dua hati. Dan nantinya aku ingin membuat kau tersenyum bahkan Tuhan ikut tersenyum karena menciptakan kau dan aku.

Dari
Pria sederhana




oleh @KucingPerez

diambil dari http://kucingperez.tumblr.com/

Lihat Aku Sampai Nanti Ya!

Untuk yang menjadi segalanya bagiku,

   16 tahun yang lalu, aku melihat wajah itu. Wajah lelah, berkeringat, tetapi masih dapat tersenyum. Aku tidak tahu apa itu dan siapa aku. Aku hanya melihat banyak warna hijau didalam ruangan yang terang. Kemudian aku melihat wajah lagi tetapi bukan wajah yang pertama. Wajah ini berbeda, lebih tegas tetapi terlihat hangat. Hanya satu yang sama diantara kedua wajah itu, senyuman. Lalu aku mendengar suara, suara asing. Tapi...suara itu begitu indah dan menenangkan. Ya, tangisanku, yang merupakan sesuatu yang pertama kali aku dengar.

   1 tahun berlalu setelah hari itu. Dua wajah yang masih sama. Wajah yang dahulu berkeringat dan kelelahan kini terlihat lebih cantik. Aku memanggilnya, Mama. Dan satu wajah lagi yang terlihat hangat waktu itu dan masih tetap hangat. Aku memanggilnya, Papa. Hari-hariku kini berbeda. Aku mulai belajar semuanya. Kini aku tau siapa aku dan siapa wajah-wajah itu.
 
Sekarang, semua itu terpatri kuat dalam ingatanku, walaupun sudah sedikit samar. Mungkin karena sang waktu, yang terus bergulir tanpa mengizinkan aku memutar kembali semua ingatan yang ada. Wajah bahagiamu saat itu harus aku lihat kembali ketika aku dewasa. Nanti.

   Jadi, aku hanya berdoa padaNya, untuk tetap mengizinkan kalian berada disisiku sampai nanti. Sampai aku melihat wajah bahagia itu lagi. Sampai senyuman indah yang menghiasi wajah dulu, terukir lagi. Amin.


Yang akan selalu menunggu senyuman itu lagi,
Anakmu♥




oleh @opinRn

diambil dari http://rorienovriana.blogspot.com/

Surat Klise

Dear, kamu, yang aku tak mau menyebutkan namamu. Hanya saja, kita tumbuh bersama.
Tak akan banyak. Sungguh, tak akan banyak yang aku tulis karena aku malu harus menulis untukmu, yang mungkin membacanya.

Kami mengenalmu, sepaket dengan semua beban hidup yang memberatkanmu. Tahukah ? Dari semua air mata yang kamu tuangkan untuk melumpuhkan beban yang kamu rasakan, dari semua keluh kesah yang kamu bagikan untuk kami, dari semua rasa lelah akan masalah yang tak kunjung henti menimpa kehidupan barumu, kamu adalah luar biasa. Setidaknya, itu menurutku.

Aku sering, membicarakanmu. Betapa tidak enak hidup sepertimu. Tapi aku juga sering, menautkan harap pada keyakinan dalam doa-doa yang aku lafalkan dalam diam untuk Tuhan kita. Agar orang sekuat kamu, diberikan sesuatu yang tak hanya manis pada akhirnya. Bahkan sesuatu yang hebat.

Karena aku percaya, Tuhan hanya sedang mengujimu sebelum memberikanmu sesuatu yang layak kamu dapatkan di balik semua ini. Seperti aku dan manusia lain, Tuhan hanya sedang menginginkan kita belajar mengasah kesabaran dan ketulusan menjalani hidup yang digenggamkan-Nya untuk kita.

Dan aku lebih percaya lagi, kamu adalah perempuan tangguh yang akan berhasil melewatinya.
Yang terpenting lagi, ada kami, yang akan selalu memelukmu dengan doa-doa kami dari jauh.


#13 Terperangkap Usia

20 tahun usiaku sekarang, malah tahun ini akan memasuki usia 21. Ntah kenapa masih seperti bocah-bocah berumur belasan. Mungkin bukan secara tampilan, tapi kelakuan.

Aku tidak suka terlalu berpikir dewasa (terkadang), dan lebih sering menikmati permainan-permainan yang harusnya masa itu sudah aku lewati, ha ha.

Rasanya seperti bocah yang terjebak di tubuh orang berusia 20 tahun. Tapi aku menikmati setiap detik tingkah kekanakanku. Mungkin tidak banyak yang tau dan sadar akan hal itu, tapi buatku itu menyenangkan.

Hei Icha 20 tahun, tetaplah berusia 20 tahun ya, tapi jangan ganggu kesenanganku saat aku sedang bergulat dengan sisi kekanakanku.

Aku cinta kamu gadis 20 tahun. Aku juga sayang kamu bocah cilik.


shalawat atasmu




















"Salam untukmu wahai rasul Allah.
Salam untukmu wahai nabi Allah. Salam untukmu wahai pilihan Allah.
Salam untukmu wahai sebaik-baik makhluk Allah.
Salam untukmu wahai kekasih Allah.
Salam untukmu wahai pemberi peringatan.
Salam untukmu wahai pembazaaberita gembira.
Salam untukmu wahai kesucian.
Salam untukmu wahai orang suci.
Salam untukmu wahni nabi pembawa rahmut.
Salam untukmu wahai Abal-Qasim.
Salam untukmu wahai rasul Tuhan alam semesta.
Salam untukmu wahai penghulu para rasul dan penutup para nabi.
Salam untukmu wahai pemimpin barisan orang-orang yang kemilau tangan dan wajah mereka.
Salam untukmu dan untuk keluargamu, ahl baitmu, istri- istrimu, anak- cucumu dan sahabat-sahabatmu semua.
Salam untukmu dan untuk semua nabi serta seluruh hamba-hamba Allah yang saleh Semoga Allah membalas kebaikanmu pada kami, wahai utusan
Allah, dengan balasan yang lebih utama daripada yang diberikan AIIah atas kebaikan nabi atau rasul kepada urnatnya. Semoga Allahbershalawat untukmu setiap kali orang yang ingat menyebut namamu dan orang yang lalai melalaikanmu dengan shalawat yang lebih utama, lebih sempurna dan lebih baik dari shalawatMu yang diberikan kepada seseorang dari seluruh makhluk-Mu.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa engkau adalah hambaNya, rasulNya, dan seorang makhluk yang telah dipilih-Nya . Aku juga bersaksi bahwa engkau telah menyampaiknn risalah . Telah menyampaikan amanah. Telah menasehati umat manusia. Dan telah berjuang di jalan Allah dengan sepenuh jiwa dan raga.

Ya Allah, berikanlah kepadanya wasilah dan fadhilah. Tempatkanlah dia dalam ‘keduduknn terpuji’ pada hari kebangkitan seperti yang telah Engkau janjikan. Berikanlah kepadanya puncak tertinggi dari doa dan permohonan orang-orang yang berdoa. Ya Allahbershalawatlah untuk Muhammad, hamba dan rasul-Mu, nabi yang ummi, dan atas kelunrga Muhammad, istri-istri dan anak-cucunya dan berkatilah Muhammad, sang pembawa berita yang ummi, juga keluarga Muhammad, istri-istri dan keturunan-nya, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga lbrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah bagi seluruh alam.”

note: surat cinta ini dituliskan oleh Imam Nawawi

Perempuan Nomor Satu

Dear Langit,

Kali ini aku mau cerita. Maukah kau mendengarkan?

Semalam aku bermimpi. Bertemu dengan perempuan nomor satu, as you know her, dan dia mengajakku kembali duduk di bangku taman tempat kita dulu sering menghabiskan sore. Tatapannya sendu. Aku tak tahu apa maksud dari tatapan itu. Apa dia sedang bersedih? Kenapa? Padahal dulu wajahnya selalu ceria. Tak sekalipun wajah sedih atau sendu itu dia perlihatkan padaku.

Kemana perginya wajah ceria itu? Apa dia sudah tak sayang aku lagi? Atau memang begitulah harusnya dia dulu memperlakukanku. Bahwa hidup tidak selamanya menikmati saat bahagia, tapi juga ada sedihnya.

Kita tidak banyak berkata-kata. Lebih banyak diam lalu perlahan seolah menghilang dan lalu kelam. Aku terjaga.

Kuhidupkan lagi lampu kamar dan mencuci muka. Jarang sekali aku bermimpi dan kali ini, aku memimpikannya. Buatku, segala sesuatu pasti ada sebab. Kalau misalnya dibilang alam bawah sadar, tidak juga. Karena, malam sebelum tidur aku begitu sibuk dan tertidur dengan pulas.

Apakah dia merindukanku? Ah, andai dia tahu, begitu pun aku.

Kulihat wajahku di kaca. Dan waktu seolah berhenti dan berulang.

..>>

Hujan deras membuatku memacu langkah untuk berlari kencang. Aku tak mau basah kehujanan. Tapi, air hujan membuat jalanan licin. Susah payah aku melangkah untuk tidak terpeleset namun pada akhirnya aku terjatuh juga. Waktu itu tak terasa sakit apa-apa. Namun, begitu sampai rumah, dia terkejut tapi tak marah. Meski ada darah merah yang tampak mengalir di bagian kepala.

Dia pikir kepalaku robek. Tapi tahunya, itu telinga kanan bagian atas. Dengan sigap dia membersihkan darah yang mengalir, menghisap sumber luka dengan mulutnya, lalu beranjak ke dapur. Mengambil sejumput sayur bayam lalu menaruhnya di bagian yang luka. Telinga atas itu sobek.

Hebatnya, daun sayur itu membuat darah yang mengalir seketika berhenti dan lambat laun aku pun tertidur. Kecapekan. Bangun-bangun aku dapati telingaku sudah tak terasa sakit lagi. Tapi ada yang membekas disana. Bentuknya sudah agak berbeda. Bekas luka yang menjadikannya sedikit melengkung. Beda dari telinga sisi kiriku.

Dan ingatan ini selalu berkelebat setiap kali aku berkaca. Bagaimana aku bisa melupakannya.

..>>

Suatu kali perutku sakit tak terkira. Seperti ada yang meremasnya, dipilintir dan tertindih benda yang beratnya tak terhingga. Sakit. Sakit sekali. Berasa perih sampai aku hanya ingin memejamkan mata saking sakitnya.

Kulihat dia hanya menatapku semabil tersenyum. Merangkulku erat. Dan mengusap-usap bagian perutku yang sakit. Kata dia, aku sakit maag karena telat makan. Atau masuk angin. Dia tidak membuatku khawatir. Dan sangat yakin, nanti juga bakal sembuh lagi.

Dia lalu merapatkanku dalam pelukannya. Membiarkanku tenggelam dalam usapan lembut dan nyanyiannya yang tidak begitu merdu. Tapi buatku cukup menenangkan. Sakit yang tadinya begitu hebat seolah pergi dengan enggan. Aku kembali tertidur.

Bangun-bangun, rasanya sudah kembali seperti sedia kala. Aku kembali mengusap perut dan tersenyum. Ajaib. Sungguh.

Dan ingatan ini tiap kali hinggap sampai setiap kali sakit di perut ini datang. Bagaimana aku bisa melupakannya.

…>>

Kucing-kucing itu berkejaran. Bermain-main dengan riang di ruang tamu. Pipa, Pipi, Gadun, dan Manis. Empat kucing yang masing-masing diberi nama dan diasuh oleh kami bersaudara berempat. Sementara dia memperhatikan dari jauh. Kalau kami lupa memberikan makan.

Pipa dan pipi berwarna sama, makanya diberi nama yang agak mirip. Gadun, kucing jantan besar yang garang. Sementara Manis, sesuai namanya sangat menarik dengan tiga warna hitam putih dan abu-abu. Kadang kita kerap meilhat mereka sering berkumpul bersama-sama. Atau Gadun menggodai Manis dan saling berkejaran.

Kasihnya pada kucing yang tak terhingga mengajariku satu hal. Bahwa dengan mengasihi binatang, dia mengajakku untuk mengasihi sesama. Tanpa dia sadari, aku belajar banyak dari situ.

Hingga saat ini, setiap kali melihat kucing. Tatapan mereka itu bermakna sesuatu. Dan bagaimana aku bisa melupakannya. Kalau hampir setiap saat aku melihat kucing yang sendu.

..>>

Dia, perempuan nomor satu buatku. Perempuan yang mengajariku keajaiban. Dia ibuku.

Begitulah Langit, hari ini aku merindunya. Semoga dia bahagia bersama bidadari dan cahaya di sana. Sampai saat aku tiba dan menemuinya.

wish u were here,

-Biyan


butuh

dear kamu yang entah dimana sekarang, terus terang sekarang-sekarang ini aku sangat ingin di hipnotis ala om uya atau pergi ke psikiater. hahhaa. gila? tak seektrim itu, aku hanya ingin merefresh pikiranku dan mengeluarkan semua apa yang kurasa. ingin mengeluarkan semunya, namun selalu setiap sesi curhat dimulai aku selalu berat untuk mengeluarkan semuanya, yah.. mungkin sejauh ini aku belum menemukan dengan siapa semuanya bisa mengalir. iya... sepertinya semua sudah kucurahkan. namun selalu sesak didada ini masih ada setelahnya.
hey, aku sekarang ada dititik yang dinamai galau. aku galau karena apa? akupun bingung. aku butuh seseorang yang mengerti semuanya dan membuatku bisa melepaskan dan mengeluarkan semuanya. tapi siapa? dimana dia? kamu? dimana?
satu-satunya yang paling bisa membuatku mengeluarkan semua dan melepaskan sesuatu yang kuanggap beban sudah jauh disana. kamu jauh.. bahkan aku tak bisa menggapaimu lagi.
aku butuh kamu. serius!


Cupcup Pusgarku Sayang

Pusgarku sayang,

Nyenyak nggak bobonya semalem? Apa ocehan dan hobi ngigauku bikin kamu kebangun kaget lagi? Aneh, padahal aku udah baca doa sebelum tidur, lho. Atau ini mungkin ini cerminan kegelisahan dan ketakutanku, tak mampu membahagiakanmu sepenuhnya?

Udah bisa mutusin, mana yang mau kamu pilih? Koko Crunch atau Honey Stars? Salah satu mau aku bawa ke sekolah buat ngemil. Maklumin istrimu yang gembul ini ya. Kalo nggak ngunyah tiap 3 jam sekali, bawaannya pengen nelen murid-murid di depan mata.

Pusgarku sayang,

Rasanya nggak sabar nunggu bulan Maret. Kita bisa mulai lagi cita-cita kita, jadi Ayah dan Bunda. Ups, aku lupa, kamu maunya dipanggil Papa ya? Papa Djanggo, yang doyan pake kaos Beatles dan kacamata item dari TamPur. Kalo gitu aku jadi Mamah Miaw ya. Yang murah senyum dan konyol. Semoga nggak tegas-ala-Hitler macem Mamah D yang ada di TV itu ya, sayangku. Kasian ntar anak kita, berasa disiksa Gerwani PKI.

Eiiitsss, jangan keburu ngorok dong. Ini suratnya belum selesai. Aku kan bukan tayangan menjemukan di TV atau DVD 7 ribuan yang biasa cuma kebagian 30 menit perhatianmu, lalu disembur dengkuranmu. Dikit lagi beres kok meracaunya, suer deh!

Pusgarku sayang,

Biarpun perbedaan kita seabrek. Biarpun suka sama-sama sebel liat kelakuan masing-masing yang seenak jidat. Temenku pernah bilang, “Gunting kuku, bukan gunting jari. Gunting ego, bukan gunting hubungan.” Aku bersyukur dulu kamu masih mau memperjuangkan aku, di balik kekhilafan bodoh yang pernah aku lakukan. Kalo nggak, mana bisa aku menghirup wangi menyenangkanmu dan menciummu saat aku pergi tidur maupun membuka mata di pagi hari.

Abis minggu yang melelahkan ini berakhir, kita kencan yuk! Semoga Underworld 3 udah main di bioskop. Trus kita hunting tempat makan baru dan melahap dengan ganas di sana. Kamu boleh nyicipin menu pilihanku, lho! Tapi, dikit aja ya? *wink*

Pusgarku sayang,

Jangan bosen ya sama istrimu yang suka blingsatan kaya cacing kepanasan. Itu sebenernya gaya joget andalanku. Boleh kok kapan-kapan aku diadu battle sama girlband kesiangan yang suka kamu tonton tiap hari Minggu itu.

Aku tunggu saat kita pegangan tangan lagi di dalam lelapnya malam.


Cup cup ngok ngok,
Miaw Ndut pemujamu


dikirim oleh @retro_neko untuk @djanxxx_agogo di http://iammrsred.tumblr.com/post/16486869514/cupcup-pusgarku-sayang

Sampai kapan? Sampai akhir

Aku dilahirkan pada dekapanmu, menghirup udara pertama kali juga dalam dekapanmu, menginjak tanah pertama kali juga dalam dekapanmu.

Dimana aku tumbuh besar dan berkembang sampai saat ini. Aku mencintaimu sungguh, walaupun tak sebesar ibu bapakku yang aku pasti akan tinggalkan dirimu karena mereka. Tapi aku juga mencintaimu sepenuh hati.

Tidak hanya kecintaanku terbentuk tapi juga kebencianku. Aku membenci mereka yang menyakitimu, aku membenci mereka yang meracunimu, aku membenci mereka yang menyakiti anak-anakmu. Anak-anakmu yang banyak ini dan menyebutmu ibu, yang sebagian mereka durhaka pula padamu.

Kamu yang aku belajar banyak untuk aku lindungi, semoga aku tidak bergeser dari pendirian ini, karena aku tidak sendiri. Untuk Indonesiaku, aku tidak sendiri.



Sampai kapan? Sampai akhir

Aku dilahirkan pada dekapanmu, menghirup udara pertama kali juga dalam dekapanmu, menginjak tanah pertama kali juga dalam dekapanmu.

Dimana aku tumbuh besar dan berkembang sampai saat ini. Aku mencintaimu sungguh, walaupun tak sebesar ibu bapakku yang aku pasti akan tinggalkan dirimu karena mereka. Tapi aku juga mencintaimu sepenuh hati.

Tidak hanya kecintaanku terbentuk tapi juga kebencianku. Aku membenci mereka yang menyakitimu, aku membenci mereka yang meracunimu, aku membenci mereka yang menyakiti anak-anakmu. Anak-anakmu yang banyak ini dan menyebutmu ibu, yang sebagian mereka durhaka pula padamu.

Kamu yang aku belajar banyak untuk aku lindungi, semoga aku tidak bergeser dari pendirian ini, karena aku tidak sendiri. Untuk Indonesiaku, aku tidak sendiri.



Surat Cinta yang Kesiangan

Selamat Siang Rizki,

Pagi ini aku didahului bersinar oleh Sang Matahari, aku kalah pagi denganNya. Tak seperti biasanya aku bangun kesiangan. Mungkin karena tadi malam ada yang membuatku susah tidur. Sesuatu membuatku risau. Hati ini gelisah. Tapi aku juga tidak tahu apa yang membuatku resah. Apakah itu kamu? Karena kamu adalah hal pertama dan yang terakhir dipikiranku setiap harinya.

Atau mungkin kabar yang menimpa dirimu tempo hari. Semua orang punya jalannya masing-masing, Rizki. Mungkin berkutat dengan angka tidak membuat hatimu tenang, biarlah angka menjadi urusanku. Aku yang akan mengingatkanmu tentang tanggal-tanggal penting bagi kita, aku yang akan mengatur pengeluaran rumah tangga, aku yang akan mengatur pembagian yang adil bagi anak-anak kita. Kamu silakan melakukan apa yang kamu sukai untuk menuntaskan tanggung jawabmu.

Tapi aku senang, kamu berkutat dengan skenario dan film. Buatku seorang sutradara adalah yang memvisualkan banyak mimpi orang-orang. Banyak sekali pemimpi sepertiku yang mencari resensi film-film bagus lalu menontonnya, lalu dengan sengaja memirip-miripkan kejadian atau perilaku si pemeran dengan dirinya sendiri lalu tanpa dia sadari terhanyut dalam alur cerita filmnya.

Hidupku itu film, aku sutradaranya, aku pemainnya, aku yang membuat skenarionya. Tapi aku juga ikut berperan dalam film orang lain. Kamu tahu kan, Rizki? Hidup itu panggung sandiwara? Kalau hidup ini panggung sandiwara atau film, aku maunya jadi pemeran protagonis, yang disayang semua penonton, yang hidupnya berakhir bahagia….

…Disampingmu.

Love,

perempuanhujan_

Dear si calon Ibu, @akrisanti.

appy Birthday Annisa Krisanti!


Si 'Nisa' yang bisa dibilang orang pertama yang gw kenal sebagai mahasiswi Fakultas Psikologi UI tahun 2004 silam. SILAM BANGET, MAN. 2004! It was 7 years a go! Oh God, please, help me. I can't be this old! *drama*


Nisa yang akhirnya tidak bisa menghindar dari nama Kochai-nya. Si Kochai yang gw sayang! Huhu Chai, I miss those old days. Ketika kita belajar dengan serius di kelas (untuk lebih memahami satu sama lain). Melalui cerita, catatan (pribadi & curhatan) di file lo, serta diskusi (tentang suasana hati) yang seru di kelas. Kita memang cocok menjadi teladan bagi mahasiswa ya Chai. *bangga*


Kochai banyak memberikan *rejeki* buat gw, literally. Yang mengantar gw ke depan pintu-pintu yang menawarkan kesempatan yang lebih luas untuk ge berkarya. Kochai yang, secara gak masuk di akal, punya terlalu banyak kesamaan dengan gw. Sama-sama.. gw ampe bingung mau nulis yang mana.. Ya udahlah, lo tahu lah ya, kesamaan-kesamaan itu. Salah satu yang paling kece adalah kesamaan kita sebagai orang Extrovert, Sensing, Feeling dan Perceiving. Walau, sebenernya, gw Introvert lho. Sumpah.


Kochai sudah siap menjadi Ibu. Ahey! Akan segera memberi gw keponakan. Kochai sekarang jadi lebih bijak. Mungkin karena dia telah stated bahwa dirinya officially 'ibu-ibu' sekarang. Ih, bangga deh gw jadi temen lo Chai! Kochai jadi magically rajin masak. Dan masakannya ternyata tidak terlalu beracun untuk dicoba, dan cukup aman di perut dan ramah di lidah. :p


Chai, kadang gw kangen banget sama lo. Apalagi kalo tiba-tiba gw gak nemu dompet gw, HP gw, jam gw, kunci gw, pulpen gw, kacamata gw, atau lupa naro bon apa gitu. Gw rindu orang yang menyimpan dan mengingat atau sering gw titipin barang-barang itu. Life was much easier when you're around Chai. Tapi, kayaknya udah gak mungkin aku meminta kamu untuk kembali ya. Kamu sudah bersama Galih sekarang. Dan aku, hanya bisa mendoakan agar kamu bahagia bersamanya. Karena aku yakin, dia orang yang tepat dan bisa membahagiakanmu. This letter starts to sounds wrong, aight? Indeed.


Chai, padahal surat ini cuma mau ngucapin selamat ulang tahun lho. Entah kenapa jadi panjang banget. Mungkin karena memang kita basically easily distracted. Dan gw naturally impulsive. Impulsive ya Chai, Bukan ekstrovert, soalnya gw pure introvert.


Selamat ulang tahun, Ibu! Semoga sehat, dan bahagia selalu. Semoga dapat menggunakan usianya dengan penuh berkah. Semoga dapat mengambil hikmah dari setiap cerita hidup. Semoga dalam dilindungi oleh-Nya. Semoga bahagia bersama keluarga kecilnya.


Love,
Me!



(kami mohon maaf karena tidak bisa memposting bentuk surat secara utuh. mohon buka blognya untuk melihat bentuk surat secara utuh)

Titip Rindu Buat Mata Itu

Hai kamu yang slalu dihati. Hai kamu yang slalu dihati☺ apa kabar dengan rinduku yang slalu melekat bersamamu? Baru semalam aku curhat sama Tuhan kalo aku kangeeeeeeennn banget sama kamu. Air mata pun menetes dengan bebasnya mengaliri pipi ku, pertanda ketulusan pintaku untuk melepas rindu ini sama kamu.. Dan ntah apa itu namanya, keajaiban, atau hanya kebetulan yang lagi-lagi terjadi. Tuhan ngejawab semua pinta aku semalam. Aku dipertemukan sama kamu. Sosok yang belakangan hanya bisa ku pandang dari jauh, dan hanya bisa kutitip rindu. Kamu tiba-tiba hadir. Jujur aku benar-benar kaget, aku ga pernah nyangka. Ternyata kamu ga berubah, masih sama seperti dulu. Bahkan cara kamu menatap aku yang hanya kamu dan aku yang tau itu masih sama. Kita berada satu deretan. Sebenarnya sangat dekat. Tapi ego masing-masinglah yang lebih kuat. Kita seperti orang yang tidak pernah mengenal, tapi dimata kita tersimpan cinta yang besar. Aku bisa melihat cara kamu ingin melihat aku, itu yang sangat aku rindukan setelah 6 bulan ini aku tak dapat bertemu sorotan mata tajam itu.

Kamu melihat aku bersama seseorang, iya seseorang itu yang menemani hari-hari aku selama ga ada lagi kamu. Seseorang yang benar-benar menyayangi aku. Aku benar-benar bingung bagaimana tadi aku harus bersikap. Selayaknya sepasang kekasih, aku dan dia bersikap hangat, dan cara dia memperlakukan aku penuh cinta. Aku ga bisa kuat melihat tatapan kamu ke arah kami, tatapan tajam dan penuh keingintahuan, tapi akhirnya tampak rasa sakit dari tatapan itu. Mungkin kamu kecewa atas apa yang kamu lihat. Aku acuh tak acuh. Aku bersama orang lain. Aku tak memperdulikan kamu sama sekali. Ya, mungkin itu yang terlihat dimata kamu. Tapi ketahuilah, semua yang terlihat itu tidak sama dengan kenyataan yang sebenarnya aku rasakan. Aku sengaja bersikap seperti itu, karna aku gak mau kamu tau bahwa aku benar-benar peduli, aku gak mau kamu tau kedatangan kamu itu hadiah terindah buat aku, aku gak mau kamu tau bahwa aku sangat kegirangan saat tau kamu hadir ditempat yang sama bersama aku. Aku gak mau kamu tau itu semua, aku gak mau kamu tau kamu sangat berarti...karna aku takut, setelah kamu tau, lalu kamu akan menghancurkan pengharapan aku, kamu menghancurkan semua rasa bahagia ini, seperti dulu yang sudah-sudah yang slalu kamu lakukan.

Aku benar-benar minta maaf.. Aku gak pernah menginginkan ini. Aku gak pernah menginginkan melihat kamu tersakiti. Walaupun kesakitan kamu belum seberapa dengan kesakitan aku.
Aku masih sangat menyayangi dan mencintai kamu. Seperti dulu. Gak pernah berubah. Dan gak akan pernah berubah. Dari 4 tahun 6 bulan yang lalu, semakin kita jauh rasa ini bukannya semakin pudar, tapi semakin kuat tertanam dan gak akan goyah.

Aku sayang sama kamu, maka dari itu aku gak menghancurkan kebahagiaan kamu bersama orang-orang baru disekitar kamu. Bersama wanita bermata sadis itu. Wanita itu yang sudah merubah kamu, yang sudah merawat kamu, yang sudah sangat mencintai kamu. Aku berterima kasih kepada wanita itu. Dia sangat beruntung karena memiliki seseorang yang aku gak bisa hidup tanpanya. Dear you, my sunshine.. Percayalah, aku masih ingin bertemu kamu, rindu ini masih menyesak, karena rindu ini sangat besar, aku gak bisa menanggungnya sendiri. Rindu ini pasti akan mencair jika suatu hari nanti kita punya waktu yang hanya berdua, untuk setidaknya kita dapat berbicara berdua, ntah apa itu, tapi mendengar satu hal kecil dari kamu saja sudah cukup membahagiakan hari aku. Semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi. Dan aku janji, aku gak akan membuat tatapan mata itu merasakan sakit dan sedih. Karena kesakitan bagi kamu, lebih-lebih menyakitkan buat aku.

I miss you mymm.. I'm really sorry, and I still love you(⌣́_⌣̀)



Penenun Sajak Istimewa

Teruntuk @adimasimmanuel

Eksekusi kata dalam kamu, lebih dari sekedar sederhana. Berbingkai tautan mereka, terkemas sungguh apik.Aku selalu suka.

Menaburkan cinta dalam setiap kata-nya, meredam sebentuk luka.
Menyihir setiap pasang mata yang menyaksikannya. Aku pun termangu, entah kapan aku dapat sehebat kamu..

Buliran embun dalam kaca kaca bening, menyerbak menusuk. Memaksa masuk.
Seketika aroma hujan semerbak menerawang, menyergap dari bilik bisikku, berkata:

"Inilah kamu, satu pecinta kata yang meluluhkanku, menarikku dalam linimasamu, dalam setapak jejak goresan abjad demi abjad yang tak ternyana, membius banyak insan mata, aku pun luruh di dalamnya."

Semoga kau tak jemu membaca seuntai kata kata sederhana dariku ini :)

Ngomong-ngomong, aku juga mengenal dunia sastra ini dari sesosok Ayah, sama sepertimu. Ia yang mengajariku merajut kata, menuangkan cinta, dan menjadikannya makna.

Namun hampir dua tahun yang lalu, aku nyaris tak ingat, bagaimana menyatukan kata, memilahnya, serta membingkai mereka dengan cinta sederhana.
Dunia kata yang penuh pesona ini hampir saja terhapus dengan rutinitas mahasiswa baruku kala itu, aku nyaris putus asa. Aku sudah mencoba, tetapi yang kudapati hanyalah hampa. Sungguh tak ada sua yang dapat kusentuh. Tidak ada.

Beberapa masa setelah itu, aku menemukanmu, mendapati linimasa twittermu, dan mulai menjelajahi kawahluka. Lalu akhirnya memberiku secercah pengharapan, membuatku bangkit dari tidur lelapku dalam menulis, untuk mulai kembali bertekad menciptakan keajaiban kata, yang membuatku selalu terhanyut di dalamnya.

et Voila!

Usahaku tak sia belaka. Aku mulai bisa kembali ke dalam diriku yang dulu, kembali belajar meniti asa dengan rangkaian kata, dengan cinta sederhana.

Terima kasih, Terima kasih banyak :)

Salam,

@kii992


diambil dari http://rizkifitriaramadhani.blogspot.com/

The Perfect Smell

Selamat malam Kamu – yang tak kuingat namanya

Kalau kau mau tahu bagaimana aku mencintaimu, begini:

Aku tak mengandalkan penglihatan karena sepanjang yang kuingat aku hanya memandang punggung dan rambut ikal mencuat tak karuan, dari bangku di belakang bangkumu.
Aku juga tak meyakini kata-kata karena sepanjang yang kurekam, suaramu selalu tenggelam di tengah riuh obrolan dan gelak sesama teman… atau, sama sekali lesap ditelan senyap jam-jam ulangan.

Aku mengenal dan mengakrabimu seiring nafasku. Jauh sebelum manik mata bertubrukan dan menghasilkan buncah seumpama supernova pada sebuah jumpa pertama; sebelum kata dan nada suara sampai ke telinga… wangimu telah menyerbu ruang kenanganku. Belum lagi kutolehkan wajah, udara melesat mendului kehadiranmu dari balik dinding kelas. Saat itu aku langsung tahu, kau telah tiba di ujung pencarianku.

Apa kau tahu, tak ada orang yang benar-benar sama di dunia? Setiap kita adalah unik. Karena itulah, dalam gelap sekalipun, dalam senyap terpadat sekalipun, aku akan bisa membaui dan menemukanmu.

Kau hawa hangat yang berbaur dengan wangi perasan sitrun dan udara laut yang diperangkap dengan jala molekuler. Kau dan wewangian kegemaranmu itu (yang aku tak sempat tahu merknya apa) semakin menguar ketika terik matahari membuatmu berpeluh. Aku sangat mengenalinya sebagai aroma yang tidak tegas menuntut seperti bebauan kayu dan lumut. Tidak juga semenggoda vanila atau kesturi. Engkau … aroma yang mengesan kehangatan, akrab, tetapi juga segar, lapang, dan membebaskan.

Teringatku pada hujan deras hari itu. Kita berlarian berlindung ke halte terdekat, berdesakan dengan peneduh lainnya. Kali pertama kumemandang bola mata yang coklat muda bening di ketinggian tubuhmu. Kali pertama kudengar suaramu yang memecah derai hujan dan bertanya “Dingin? Ini, pakai dulu jaketku”, seraya kau mengangsurkannya. Aku tak menolak. Di hari berhujan itu aku terlindung tapi hatiku terbang tinggi sekali mencapai ujung pelangi. Kali itulah aku mengenal warna mejikuhibiniu.

Tetapi aku sudah jatuh hati jauh sebelum saat itu. Karena bukan mata yang membuatku percaya dan bukan suara yang menyerukan kau ada, melainkan aroma itu, wangi yang melingkupiku, yang mengungkapkan siapa dirimu, anak lelaki bengal namun penyayang.

Mencintaimu membuatku belajar, udara membawamu lebih cepat daripada suara mencapai gendang telingaku. Jantungku langsung mendegup keras begitu cupingku menangkap aromamu yang berkitar-kitar. Kau baru saja berlari melewatiku menuju kantin bersama teman-teman sepermainan basketmu. Meninggalkanku dengan ruas-ruas tubuh melunglai. Di saat itu juga aku baru tahu apa yang disebut-sebut orang sebagai love fools.

Di masa-masa itu kita tak banyak berbicara, bahkan aku belum sempat bisa memilah namamu di antara Denis, Daria, Dimas, atau Dikta… atau D yang lainnya. Aku tak sempat membotolkan aroma yang terbawa dalam jaket yang kaupinjamkan… lalu tiba-tiba aku harus ikut ayahku pindah tugas ke tempat-tempat yang jauh.

Kalau kau mau tahu, aku belum menemukan lagi wangi perasan sitrun dan udara laut yang sehangat perpaduan dengan wangi kulitmu. Kalaupun ada, selalu saja tidak tepat, mungkin karena terlalu banyak bawang putih di dalamnya, atau sebab lainnya, aku tak tahu. Yang jelas, semakin dewasa kubiarkan diriku menerima alasan-alasan pembenaran dan menjadi permisif dengan memandang mata atau menyimak kata-kata (dan mendapati janji sering kali diingkari).

Orang-orang menguji kejujuran dengan menelusuri gerak bola mata.
Orang-orang mengukur ketulusan dari geletar suara.
Tetapi aku tetap lebih mempercayai penghiduanku.

Kekasihku, sesekali angin membawa kembali kenang-kenanganmu. Aku tahu, kau ada di sekitar yang entah di mana. Pada saat itulah kukirim doa dan harapan dalam alirnya. Dan kali ini kutulis dan titipkan pada pos udara. Semoga sampai padamu.

love,
Aroma apel-merah-muda dan hujan-pagi.




oleh @Lily4R

diambil dari http://lily4poems.wordpress.com/

Met ultah sahabatku :)

cie ulang taun niyee.
tapi kok kamu lagi di kota gaulmu sih? sibuk amat cari duitnya. mpe pertambahan usia dilewatkan disana. tapi gapapa deh, dapet duit yang banyak trus pas pulang traktirin aku. hehe.
uda 25 tahun ya? wah, uda pantes banget tuh buat nikah. tapi mana calonmu? kok gak perlu dikenalin ke aku sih. ato belum ketemu? mau aku cariin kah? elatapi aku juga belon ketemu ma calonku. sementara nyari sendiri dulu ya. :p

sahabatku Didin,
semoga di usia 25 tahun ini, kamu bisa jadi orang yang lebih bermanfaat, bisa mengamalkan semua yang uda didapat, bisa lebih sukses dan diberi kesehatan selalu ma Allah. enteng jodoh, enteng rejeki. amin amin ya Robbal alamin.

salam towel pipi bundar buat @ini_didin,
thongiii.




oleh @mareretha

diambil dari http://primariayu.wordpress.com/

UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK AMIGDALA

Dear amigdala,
Aku mengenalmu bertahun tahun yang lalu, ketika membaca novel karangan dr. Nova Riyanti Yusuf, aku lupa entah itu Mahadewa mahadewi atau imipramine, lupa banget. Secara itu buku pinjaman juga, minjem dari dr. Friska Harun. Kamu disebutkan sepintas di dalam novel yang aku baca itu, sekali lagi yah, aku lupa itu mahadewa mahadewi atau imipramine.

Nah, amigdala….aku cuma mau bilang terima kasih, karena telah menyimpan dengan baik kenangan kenangan aku tentang dia yah, walaupun kemarin aku bertekad membencinya, tapi sedih juga kalau kenangan kenangan kami yang terekam dengan baik, menghilang. Kadang kadang mulut kan suka tidak sinkron dengan hati, biasanya karena termakan gengsi, atau malu sama orang orang. Jelas jelas sudah ditinggalin, ehhh, masih aja mengharap dia tobat dan kembali ke jalan yang benar (baca: kembali padaku).

Oh yah, itu kok bisa rapi begitu nyimpen file kenangan aku? Jangan bilang karena aku memperlakukan kenangan yang ini berbeda dengan kenangan yang lain? Masa aku se-tidak adil itu? Eh, tapi…memang tidak semua kenangan kulipat rapi rapi terus kusimpan di kamu sih, kadang aku asal asalan saja melempar masuk melewati pintumu, entah kenangannya jatuh disudut yang mana. Ketika diperlukan, dicari cari tidak ketemu. Hmmm, kadang aku memang tidak adil begitu :(

Anyway, your doing good job pal :)

Dan karena aku saat ini sudah ngantuk pake banget. Aku pamit tidur yah.

Sincerely,
Aku


Oleh:

Cerita Cinta Kita (Part.2)

Hai..hai Hans sayank..
(bodo aahh, aku tetep mo panggil kamu sayank..)

Yupz, aku mo nulis surat lagi buat kamu..
mo ngajak kamu bernostalgia lagi dengan kenangan cerita cinta kita jaman SMA..harus mau!! hehehe #maksa
Inget gak waktu aku ngasih kamu kue blackforest mini?? (soalnya bentuknya emang sengajaaku jadiin kecil-kecil, jangan bilang kamu lupa juga, eehh tuh kue kamu makan sendiri gak sih?? jangan2 gak dibagiin malah dikasih ke dua adik kembarmu itu ya.. aku kasih tau yaa, nyesel kamu waktu itu gak makan kuenya.. itu kue buatanku sendiri loh,dibantu ma nyokap juga pastinya,hehehee.. waktu itu aku kan baru belajar bikin kue.. so sweett.. *bela-belain demi kamu loh*
eeiittss tapi jangan salah kenapa aku pede bilang tuh kue enak, coz sebenernya aku gak cuma buatin kamu.. kue itu juga aku produksi banyak buat temen2 dikelas (maksudnya biar merek agak curiga gitu kalo aku punya perasaan lebih ma kamu)..heheheee. Dan eng,ing,eenngg.. semuanya pada ketagihan dan minta buatin lagi,katanya kuenya enak banget tau.. aku yakin wajahmu sekarang pasti kecewa banget gituu gara-gara gak pernah ngerasain kuenya..kapoookkk..=p

inget-inget masalah kue, aku jadi inget kalo kue itu sebenernya bentuk permintaan maafku loh buat kamu.. tapi aku udah lupa tuh dulu kamu marahnya kenapa ya?? *mikir bego*.. aku waktu itu sampe bela-belain loh berangkat pagi-pagi ke sekolah buat ngobrol ma kamu yang seperti biasa sudah standby di kelasmu sejak jam 6 pagi..dan untunglah aku akhirnya bener-bener bisa ngobrol lagi dengan kamu waktu itu.. tapi tetep aja endingnya kita lari terbirit-birit ke kelas masing-masing gara-gara sekolah yang awalnya sepi mulai rame dan kalo kita tetep bertahan ngobrol berduaan gitu pasti bakal jadi bulan-bulanan ledekan temen-temen lagi.. hhhuuuuuffftt, waktu itu sebel loh aku ma kamu gara-gara kamu gak nembak-nembak juga.. padahal aku udah sering ngasih sinyal..(hkahkahkaaa emang dasar cowok gak peka..)

Ngomong-ngomong soal gak peka, sampe sekarang sudah berapa kali ya kamu pacaran?? heheheee.. becanda-becanda,pasti sensi deh kalo ditanya masalah asmara dari dulu.. wkwkwkkwwkkk

kapan ya terakhir kali aku ketemu kamu?? oohh iyaa, pas pesta prom night kita kan ya.. waktu itu kamu udah berani gandeng cewek,.. dan aku juga udah ma cowokku pastinya.. tapi semua kenangan kita banyak loh pas SMA dibanding dengan pasangan kita sendiri waktu itu.. ya iyalah,..gimana gak..kita bareng-bareng terus dari kelas 1 sampe kelas 2 SMA.. baru bener-bener mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing pas kelas 3.. Dan kenangan dua tahun itu emang susah buat dilupain ya.. =D

Mulai dari kebiasaan kamu anter jemput aku pulang, kebiasaan kamu ke rumah hampir tiap malam, belajar bareng, kamu
yang belain mau ikut les yang sama dengan aku biar kita bisa sama-sama terus.. sampe ulah konyol kamu yang masih suka merhatiin aku diam-diam meskipun kamu udah punya Tya cewekmu waktu itu. Pasti kamu heran "loh darimana kamu tahu??" ,hehehee.. ya tahulah..dimana-mana orang diperhatiin kebanyakan ngerasanya tau.. kamu sering curi-curi pandang ngeliatin aku di kelas kan?? hkahakhakaa..aku tahu..aku tahu..

Tingkahmu aja lucu waktu sering nyolong-nyolong buat ngobrol ma aku gara-gara takut ketahuan ma Tya.. xixixiii
inget kamu pernah sok-sok ikut baca papan pengumunan di depan BP,pas tahu aku lag asyik baca pengumuman tes perguruan tinggi disana.. aku loh tahu kamu gak baca apa-apa,cuma sekedar ikut berdiri dan ngeliatin papan pengmuman sambil sok-sok gak sengaja ketemu dan menyapaku..tapi sebelum aku jawab sapaanmu,kamu udah keburu pergi karena tiba-tiba ada Tya disana.. sapa suruh punya cewek cemburuan gitu... hkahkahkahakaa

Ada satu lagi.. pas aku ngisi formulir pendaftaran PMDK Universitas, kamu tiba-tiba datang ke mejaku dan ngeliatin aku yang lagi nulis,tau gak siihh waktu itu aku risih tau.. tapi aku diemin aja kamu soalnya udah lama aku kangen kamu liatin gitu seperti dulu.. tapi sayang itu gak lama, tiba-tiba nyamuk (baca:pacarmu) itu nongol di pintu BP dan kamu kelabakan takut ketahuan abis merhatiin aku, dan akhirnya bersikap sok gak ada apa-apa dengan kikuk dan ngajak tuh nyamuk keluar.. hkahakhkahkaaa.. aku ngakak abis kalo inget itu.. (kamu ternyata,calon suami2 takut istri ya..xixiixii). Gak usah marah.. kan udah masa lalu..*piiss*

Sekarang kamu masih sayang gak ya ma aku?? ato gimana jadinya kalo kita ketemu sekarang ya?? pasti kita berdia sama-sama canggung deh.. heheeeeheee.. semuanya cuma kenangan,.. dan aku tahu kok, kamu sudah punya kehidupanmu sendiri sekarang.. dan aku gak akan ganggu itu.. *sok bijak*

Kapan-kapan kalo kita ketemu sok-sok nge-date bareng yuuukk.. seru kali ya... heheheheee.. =D
Udah aahh suratnya.. pegel aku nulisnya... pokoknya kamu wajib ngubungin aku kalo udah baca surat ini..hehehee #tetepmaksa
tapi kamu seneng kan tahu aku masih minta kamu hubungin..heheheee..(gak usah malu-malu,kalo mo senyum gak usah ditahan..=D)

Karena kenangan yang kita buat dulu tetep kenangan yang terindah kok buat kita,.. (Cerita Cinta yang aku kasih nama Cerita Cinta Brontosaurus seperti yang aku tulis di sini )


Oleh:

hallo jagoan

hallo dek wawan sang jagoan berketepel…


matamu masih sama seperti saat kita pertama kenal..

kau ingat di pinggir rell kereta api itu kita bersama-sama mencari sepatumu yang hilang, aku melihatmu panik sekali saat itu,takut orang rumahmu tau atau takut kau memakai sendal kesekolah nanti.. syukurlah ternyata sepatumu ada ditempat yang aman di pakai sementara oleh temanmu mengamen dan tak lama sepatu hitam mu pun kembali…

Dilehermu bergantung sebuah ketepel kayu yang kau buat sendiri.. sederhana tapi itu cukup menarik perhatianku kala itu…aku memperhatikan saat kau berlari bersama beberapa anak lainnya seolah sedang bermain perang-perangan dengan gagahnya kau membidik ketepel mencari celah untuk menembak teman yang pura-pura menjadi lawanmu..

Yeahh tepat sasaran kau menembakan peluru kertasmu kearah lawan hingga lawanmu terjatuh dan menyerah, kau memang jagoan…

mungkin kau lupa namaku.. tapi setidaknya kau ingat wajahku.. benarkan? aku punya bukti saat kita tamasya bersama kesebuah bendungan waktu itu…kau terus mencuri-curi pandang padaku.. seolah ingin menyapa tapi kau malu.. hehehe iya maap saat itu aku sibuk dengan anak-anak yang lain, tapi aku tak lantas melupakanmu kok, aku menyimpan beberapa fotomu nanti ku perlihatkan…

dek wawan, kau tau saat kita pulang sebelum bis mu melaju aku terharu saat mendengar teriakan “kakak, wawan pulang duluan ya, sampai ketemu lagi”

beberapa hari yang lalu akhirnya kita bertemu lagi, sekarang kau sudah besar, sudah tinggi baju batikmu juga ok dan matamu masih tajam seperti dulu…. untuk kesekian kalinya seperti biasa kau masih saja selalu melihatku tanpa berani menyapa, apa jangan2 kau lupa lagi namaku? namaku indah wan, hahaha aku coba menyapamu lebih dulu pada akhirnya.. sambil malu2 kau tersenyum lalu berburu sate bersama yang lainnya…. dan untuk yang kesekian kalinya adegan itu kau ulang kembali, kali ini saat mobil mulai melaju ada yang mencolekku dari belakang, sambil kau ucapkan kembali kalimat pamungkas mu ” kakak, wawan pulang duluan ya,sampai ketemu lagi” hhee

wawan nanti saat kau besar semoga kau mengerti bahwa kau salah satu bocah ajaib yang pernah kakak temui, meski kita jarang bertemu, belajar bahkan bermain bersama.. setidaknya kakak selalu mencari keberadaanmu….

semoga lekas besar, lekas pintar dan selalu jadi jagoan ketepel :)

UNTUK SEBUAH KEBAHAGIAAN


untuk sebuah kebahagiaan;
yang sedari dulu kudambakan.

aku penasaran, sampai saat ini keberadaanmu belum juga kutemukan. bukannya aku merasa nggak nyaman, tapi jujur aku kelelahan. apa ini karena hubunganku sama kamu yang terlalu rentan, atau karena aku belum dapat izin dari tuhan? kenapa sampai sekarang ini kita belum juga dipertemukan?

kalau kamu berkenan, aku masih ingat waktu pertama kali kita diperkenalkan.

aku berjalan tanpa tujuan. berjalan, berjalan dan berjalan. aku kehilangan arah bersamaan dengan semua impian semu yang tak terwujudkan. aku melepas segala ikatan, kemudian kabur dari kenyataan. satu dari banyak hal yang masih mendekam dalam ingatan.

sosokmu pun muncul beberapa saat kemudian.

“siapakah dirimu gerangan?”

.

“namaku kebahagiaan,” jawabmu pelan, “dan aku tidak mengenal penderitaan.”

.

dirimu sukses membuatku tercengang cukup dengan satu jawaban. namamu adalah kebahagiaan, dan kamu tidak mengenal penderitaan. kamu tidak mengenal penderitaan karena namamu adalah kebahagiaan. kebahagiaan, bukan penderitaan.

satu yang kucamkan, hasrat dan perasaan untuk mencarimu bukanlah suatu mainan.

kau… adalah tujuan. masa depan. kebahagiaan—

—awal dari sebuah impian.

.

.

dari seseorang yang menginginkan,


Oleh:

Hai, Kak.

Dear @ekaotto.

Hi, kak.

Beberapa hari ini kayanya lagi sibuk banget ya? Gak se-update di beberapa hari pertama ngirimin surat cinta di timeline. Banyak yang nanya pasti di tab mention Lu Kak, kenapa surat yang di kirim enggak langsung di retweet?

Pasti ribet banget, selain ngurusin kerjaan kantor masih harus ngirim surat cinta yang pastinya gak sedikit. Jangan terlalu cape, kak. Kemaren baca di timeline kayanya sakit, ada beberapa twit yang bilang mau ke dokter.

Tukang pos, meskipun cuma di Twitter, gak semudah sama yang di pikir orang, ya? Selain ngatur waktu, masalah media juga bisa jadi hambatan. Sok tahu gue aja sih ini.

Ok, Kak. Segini dulu yang bisa gue tulis. Bukan sok kenal, cuma karena salama 30 hari ini kita bakal lebih sering saling berhubungan di Twitter, kayanya gak terlalu aneh kalau gue ngingetin Lu buat jaga kesehatan.

Surat, buat sebagian orang bukan cuma menulis di secarik kertas. Kadang, di dalamnya ada harapan yang begitu besar. Dan Lu, kak, jadi penyambung bagi mereka yang menyimpan harapan di setiap surat untuk disampaikan ke seseorang yang spesial.

Salam,

@_FHMY


Oleh:

Kakak Ketemu Gede

Teruntuk
Rahayuningtyas Permana Astri
@rtyasp




Hai kakak-ketemu-gede. Sudah dua tahun berlalu semenjak pertemuan pertama kita yang mmm ibu-ibu lebih mendominasi. Pertama dikosan bingung, gimana ya ngajak kenalannya? Apa yang harus aku katakana? Apa? Apa? Hingga akhirnya aku memberanikan main kekamarmu. Aku inget banget, waktu itu kamu lagi makan Indomie Goreng Keriting yang ngga diabisin. Abis itu aku ngidam Indomie Goreng Keriting gila-gilaan.

Karena kamu lebih tua setahun, asam garam kehidupan lebih banyak kamu rasakan daripada aku. Jadi ada banyak hal yang bisa aku pelajari dari kamu. Walaupun terkadang nasehatmu agak aneh. Kaya ngga boleh tiduran di lantai, ntar pendek. Kalo mau bilang aku pendek si bilang aja, jangan jadi quotes gitu -,-

Hal terbanyak yang aku pelajari dari kamu adalah tentang pria. Iya, aku akan mengingatnya kakak, “pria itu suka merajuk”. Oke, pria memang suka merajuk. Dari pertama sampai sekarang, aku terus memegang terus nasehatmu ini. Aku jadi bisa menghadapi pria yang sedang merajuk dengan baik karenamu. Terimakasih kakak, terimakasih :D

Kakak-ketemu-gede-ku, semoga kolokium dan TA mu lancar ya. Aku akan segera menyusul dengan skripsiku. Semoga kelak kita akan bertemu di City of Flower yang menjadi tempat harapan untuk mengabiskan waktu bersama keluarga. Nanti kalo kamu nikah sama Mas Isan, jangan lupa ya undang aku. Sejauh apapun, aku usahain buat dating. Kalo bisa aku bantu juga. Pas nikahanku ntar, jangan lupa dateng juga ya, Kakak.

Untuk setahun kedepan, tampaknya aku masih akan mengganggu hari-harimu dengan keluhan dan celotehanku yang ngga penting. Aku harap kamu ngga terganggu dan ngga bosen. Oh iya, kalo jadi ke Pare bareng ya, Kak.

Udah ya Kakak. Sampai jumpa di Kost Putri Bougenville :*
ps: aku kasih bonus nih :*



Oleh:

Tau Kenapa Kamu Istimewa?




Karena aku selalu bisa merindukanmu dengan banyak cara SEDERHANA.
Karena aku tak perlu susah mengartikan rindu itu dari A sampai Z. Rindu itu kamu.
Karena aku suka berlama-lama saat mendengar ceritamu, sama seperti saat aku sedang membaca buku.
Karena rinduku buatmu ternyata tanpa batas waktu.
Karena merindukanmu adalah rahasia hati yang paling sederhana dan itulah rahasia hatiku.
Karena merindumu tak pernah jemu dilakukan benak.
Karena aku selalu memikirkanmu setiap kali bangun di pagi hari. Memikirkanmu itu artinya aku merindukanmu.
Aku selalu menyiapkan banyak cara untuk menyapamu, termasuk menyebutkan namamu dengan lengkap. Dan itu artinya rindu.
Lalu apa yang bisa aku lakukan buatmu agar bisa merindukanku?

Oleh:

I'll Forget You in Time

-hari ketigabelas-

Nggak ada kata halo ya, karena ini semacam surat selamat tinggal. So, saya nggak butuh kata-kata sapaan semacam itu karena akhirnya saya akan menghapusmu juga.

Payung Kuningnya udah saya balikin kan? Apa ada lagi yang tertinggal? Perasaan kamu di saya? Atau perasaan saya di kamu? Sudahlah, saya berikan saja perasaan saya dengan cuma-cuma. Saya nggak minta dibayar, anggap saja saya sedekah.

Eh? Kamu mau bayar? Bayar pake apa? Bulu ketek emas? Kamera Leica tiga seri? Atau ngebayarin saya jalan-jalan keliling Indonesia plus berkunjung ke Iceland?

Sorry, perasaan saya gabisa dibeli, oleh apapun. Saya ya saya. Ingatan saya mungkin bisa dihilangkan sekejap, tapi hati saya? Hell no! Atau kamu mau transplantasi jantung saya secara paksa agar saya tak pernah merasakan debaran ini sama sekali?

Sudahlah. Saya ngasih doang, nggak minta apa-apa. Nggak butuh dibayar sebagai gantinya, atau kamu sampai merasa nggak enak karena masih menyimpan perasaan saya.

Yang saya butuhkan, tolong simpan baik-baik perasaan saya. Entah itu di lemari bergembok, ataukah kamu menyimpannya di bawah bantalmu agar nggak hilang dan dicuri. Terserah. Saya sudah memberikannya, dan saya nggak peduli apa yang akan kamu lakukan padanya.

Take care ya, sudah nggak ada alasan saya lagi untuk menyimpan perasaan kamu, memutar balik video yang tersimpan dalam memori saya, ataupun peduli padamu barang sedikitpun.

You still make me cry
Like a song of the east
That loses its centre
But always finds its way back home
Oh, how this bird has flown

So I'm making up my mind
Gonna rescue myself tonight
Yeah, I'm making up my mind
I'll forget you in time.

#nowplaying Lior - I'll Forget You

Goodbye! I'll forget you in time! :)


Cinta Kadaluarsa

Untuk cinta kadaluarsa,

Waktu itu, malam hampir berlalu. Ada kita yang memandang siluet pohon kelapa sambil berpijak pada hati hampa. Deru ombak berlalu, seperti hati yang tak pernah menyatu. Lihat ombak itu, menjejak pasir pantai tapi tak berjejak. Juga angin yang membelai langit tanpa harus berkelit.

Kudengar degup jantungmu berdetak berontak. Kamu menyatakan yang sebenarnya adalah pertanyaan. Tentang ketidakpantasan jika berharap pada kenangan. Aku masih diam karena meski aku menjawab kamu tidak akan pernah paham. Kamu melanjutkan, mendudukkan kata sayang dalam kursi pesakitan. Jika sama-sama sayang kenapa harus patah arang. Jika rasa itu tidak pernah berkurang kenapa harus terhalang.

Aku memecah diam, memang tidak pernah rasa ini berkurang, memang tidak pernah sayang ini hilang. Aku kembali diam. Lantas jika sama-sama ingin bersama kenapa justru menyiksa diri dengan logika. Benar rupanya, kamu tak akan pernah paham. Aku tidak ingin menyiksa kamu karena memori tentang masa lalu. Aku teringat luka saat kita pertama dulu.

Aku tidak ingin luka ini menjadi candu bagi kita, saling menyakiti namun tetap cinta mati. Aku tidak ingin kehilangan diriku dengan hanyut dalam luka melukai. Luka itu terasa meski tidak terlihat ada. Seperti angin yang dingin menusuk kulit tapi kita tetap tidak bisa berkutik.

Memang benar itu cinta, tapi untuk apa jika ternyata kadaluarsa? Seperti makanan yang terasa nikmat tapi bisa jadi racun yang membuat hidup kita tamat. Memang benar itu sayang, tapi kita bukan masokis yang bila menyakiti akan senang. Biarkan begini karena tak mungkin saling mengisi lagi. Biarkan memecah sebelum kita sama-sama hanyut dalam pasrah.

Diujung kata akhirnya ada setitik pengertian yang tercipta, dan kita sama-sama paham bahwa cinta kita temaram dan akhirnya karam. Pagi hadir menyapa, ombak masih menjalani ritualnya mondar-mandir menuju pasir, kita masih berhadapan. Pelukkan terakhir disematkan.




Oleh: