26 January 2012

Terimakasih,Ayah..

Ayah..
Aku bisa seperti ini karena ayah.
Meski ayah kerapkali keras mendikte, tapi tanpa ayah,
aku tak tau harus bagaimana menjalani hidupku..

Memang, kadang ayah terlalu memaksakan keinginan ayah pada kami, anak-anak ayah.
Kadang ayah menggunakan cara yang salah, cara kasar untuk mendidik kami..
Tapi ayah mau berubah, ayah mau mendengarkan, memperbaiki diri..
Aku tau, ayah cuma ingin yang terbaik bagi kami.

Ayah adalah orang yang baik, sangat baik..
Ayah tak pernah ragu mengulurkan tangan saat melihat orang lain kesusahan.
Ayah langsung bersimpati saat orang lain meminta.

Tapi, aku tak habis pikir..
Orang di sekeliling ayah kerapkali hanya memanfaatkan ayah..
Betapa tega mereka, mempermainkan ayah..
Bahkan ada yang memfitnah, dan menipu ayah..

Semoga ayah tetap sabar menghadapinya..
Allah Maha Adil, kan, ayah? dan Allah Maha Tahu..


Ayahku orang yang berhati lembut, beliau tak malu menangis..
Aku ingat, saat kucing keluargaku mati, ayah menangisi kepergiannya..
Ayah menangis, saat khawatir akan anaknya juga istrinya, ibuku..

Ayahku orang yang kuat..
Beliau lah yang selalu melindungiku, ibuku, keluargaku..
Jika ada masalah. ayah selalu bergegas maju, tanpa ragu..

Sekarang, ayah semakin menua, semakin cerewet..
maafkan aku, aku sering menyinggung perasaan ayah..
aku kerap tak bisa bersabar menghadapi ayah..
ayah yang minta tolong menggunakan komputer..
susah sekali menjelaskan tentang teknologi pada ayah..

aku sering lupa, betapa besar pengorbanan ayah untukku..
bahwa kesusahan ku untuk membantu ayah tak sebanding denngan kesusahan ayah membesarkan aku..

Maaf, aku tak sanggup berkata maaf, cinta dan berterimakasih secara langsung..
Tapi ayah tau, kan, betapa aku tak bisa hidup tanpa ayah?
Terimakasih, Ayah..akan cinta dan kasih sayang yang ayah berikan..
semoga ayah panjang umur, sehat selalu, diberikan rizki yang berkah..
semoga sampai waktuku, untukku bisa membahagiakan, membanggakan ayah..


No comments:

Post a Comment