27 January 2012

Titip Rindu Buat Mata Itu

Hai kamu yang slalu dihati. Hai kamu yang slalu dihati☺ apa kabar dengan rinduku yang slalu melekat bersamamu? Baru semalam aku curhat sama Tuhan kalo aku kangeeeeeeennn banget sama kamu. Air mata pun menetes dengan bebasnya mengaliri pipi ku, pertanda ketulusan pintaku untuk melepas rindu ini sama kamu.. Dan ntah apa itu namanya, keajaiban, atau hanya kebetulan yang lagi-lagi terjadi. Tuhan ngejawab semua pinta aku semalam. Aku dipertemukan sama kamu. Sosok yang belakangan hanya bisa ku pandang dari jauh, dan hanya bisa kutitip rindu. Kamu tiba-tiba hadir. Jujur aku benar-benar kaget, aku ga pernah nyangka. Ternyata kamu ga berubah, masih sama seperti dulu. Bahkan cara kamu menatap aku yang hanya kamu dan aku yang tau itu masih sama. Kita berada satu deretan. Sebenarnya sangat dekat. Tapi ego masing-masinglah yang lebih kuat. Kita seperti orang yang tidak pernah mengenal, tapi dimata kita tersimpan cinta yang besar. Aku bisa melihat cara kamu ingin melihat aku, itu yang sangat aku rindukan setelah 6 bulan ini aku tak dapat bertemu sorotan mata tajam itu.

Kamu melihat aku bersama seseorang, iya seseorang itu yang menemani hari-hari aku selama ga ada lagi kamu. Seseorang yang benar-benar menyayangi aku. Aku benar-benar bingung bagaimana tadi aku harus bersikap. Selayaknya sepasang kekasih, aku dan dia bersikap hangat, dan cara dia memperlakukan aku penuh cinta. Aku ga bisa kuat melihat tatapan kamu ke arah kami, tatapan tajam dan penuh keingintahuan, tapi akhirnya tampak rasa sakit dari tatapan itu. Mungkin kamu kecewa atas apa yang kamu lihat. Aku acuh tak acuh. Aku bersama orang lain. Aku tak memperdulikan kamu sama sekali. Ya, mungkin itu yang terlihat dimata kamu. Tapi ketahuilah, semua yang terlihat itu tidak sama dengan kenyataan yang sebenarnya aku rasakan. Aku sengaja bersikap seperti itu, karna aku gak mau kamu tau bahwa aku benar-benar peduli, aku gak mau kamu tau kedatangan kamu itu hadiah terindah buat aku, aku gak mau kamu tau bahwa aku sangat kegirangan saat tau kamu hadir ditempat yang sama bersama aku. Aku gak mau kamu tau itu semua, aku gak mau kamu tau kamu sangat berarti...karna aku takut, setelah kamu tau, lalu kamu akan menghancurkan pengharapan aku, kamu menghancurkan semua rasa bahagia ini, seperti dulu yang sudah-sudah yang slalu kamu lakukan.

Aku benar-benar minta maaf.. Aku gak pernah menginginkan ini. Aku gak pernah menginginkan melihat kamu tersakiti. Walaupun kesakitan kamu belum seberapa dengan kesakitan aku.
Aku masih sangat menyayangi dan mencintai kamu. Seperti dulu. Gak pernah berubah. Dan gak akan pernah berubah. Dari 4 tahun 6 bulan yang lalu, semakin kita jauh rasa ini bukannya semakin pudar, tapi semakin kuat tertanam dan gak akan goyah.

Aku sayang sama kamu, maka dari itu aku gak menghancurkan kebahagiaan kamu bersama orang-orang baru disekitar kamu. Bersama wanita bermata sadis itu. Wanita itu yang sudah merubah kamu, yang sudah merawat kamu, yang sudah sangat mencintai kamu. Aku berterima kasih kepada wanita itu. Dia sangat beruntung karena memiliki seseorang yang aku gak bisa hidup tanpanya. Dear you, my sunshine.. Percayalah, aku masih ingin bertemu kamu, rindu ini masih menyesak, karena rindu ini sangat besar, aku gak bisa menanggungnya sendiri. Rindu ini pasti akan mencair jika suatu hari nanti kita punya waktu yang hanya berdua, untuk setidaknya kita dapat berbicara berdua, ntah apa itu, tapi mendengar satu hal kecil dari kamu saja sudah cukup membahagiakan hari aku. Semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi. Dan aku janji, aku gak akan membuat tatapan mata itu merasakan sakit dan sedih. Karena kesakitan bagi kamu, lebih-lebih menyakitkan buat aku.

I miss you mymm.. I'm really sorry, and I still love you(⌣́_⌣̀)



No comments:

Post a Comment