20 January 2012

Surat (tanpa) Cinta

R,

Ini akan menjadi suratku yang pertama dan terakhir untukmu,

Saat mengenalmu pertama kali di tahun 2008, aku sudah yakin bahwa kamu memiliki potensi untuk menjadi seorang penulis yang cerdas. Lewat wawancara singkat saat itu, kamu kuterima menjadi salah seorang jurnalis/editor di Kantor Majalah yang baru kudirikan.

Kita nyambung. Sebagai seorang editor, kamu tau apa yang harus kamu kerjakan, dan sebagai seorang Chief Editor, aku tau bagaimana mendelegasikan pekerjaan seefektif mungkin.


Kita bahkan mulai sering berbagi cerita di luar masalah pekerjaan. Soal buku, Soal film, dan lain-lainnya. Sebagaimana layaknya sepasang teman. Hingga beberapa waktu kemudian aku mulai menyadari ada yang berbeda darimu.

Kamu yang biasanya tidak pernah berdandan, kini mulai memperhatikan penampilan.
Setiap kuajak bicara, kamu mulai menunduk dan berbicara sekenanya.

Firasatku mengatakan mulai tumbuh perasaan-perasaan yang tidak seharusnya ada padamu. Maka aku pun menjaga jarak dengan tidak memberikanmu harapan yang palsu. Apalagi saat itu aku telah memiliki kekasih.


Aku benar-benar tidak menyangka. Satu malam setelah pengunduran diriku dari majalah itu, kamu memberanikan diri untuk menyatakan perasaanmu padaku. Terus terang, aku mungkin tidak akan pernah seberani itu.

Sayangnya, R, aku sungguh tidak memiliki perasaan apa pun padamu. Ini mungkin akan terdengar menyakitkan, tapi itu lebih baik bukan, daripada aku memanfaatkan keadaan dengan memberikanmu harapan-harapan yang palsu..

Dan hingga saat ini, kondisi itu masih belum berubah. Aku tidak memiliki hak untuk melarangmu menyukaiku, namun bagiku kamu hanya seorang teman kerja. Tidak akan pernah lebih.
Jadi surat ini,

Bukan kutulis untuk mengubah segala sesuatu yang telah ada. Bukan pula untuk membesarkan hatimu atas sesuatu yang hanya di angan semata. Tapi untuk mengakhiri jika ada yang masih tersisa.
Pada akhirnya, ini bukanlah sebuah surat cinta, tapi surat ini memang harus ada, supaya kamu bisa mengalihkan cinta pada orang lain yang lebih berhak menerimanya.

R,

Semoga kamu berhasil menemukan orang lain yang mampu mencari jalan masuk ke hatimu,
Dan semoga diriku berhasil menemukan jalan keluar dari sana.


Selamat tinggal.

N




oleh @NCLYS

diambil dari http://lampubiru.com/

1 comment: