20 January 2012

bias(A)

Hari ini aku merindukanmu,
si manusia yang katanya mencintai tanpa harus memiliki
seorang pria yang menjadikan dirinya sebagai sahabat meski ada rasa yang lebih besar tersimpan lebih dalam di ruang kosong yang katanya kuncinya hanya milikku, sahabatnya.

Setiap sore dia akan menyempatkan waktunya mendengarkan cerita ku,

setiap sore dia akan mengirimkan emoticon :) agar macetnya jalan tak terasa bagiku.

setiap sore begitu egoisnya aku menyerap semangatnya yang katanya dia peruntukkan untukku.
tiba-tiba aku merindukanmu.
apa mungkin karena sore ini tidak ada yang kamu untuk macetku,
Kebiasaan ini mengegeregoti, ketika sudah terbiasa sore kujalani dengan bercerita denganmu dan tiba-tiba saja hilang.
Aku tak pernah memintamu menunggu, karena seperti yang kamu selalu katakan “jalani saja, aku hanya menemanimu sampai kamu menemukan orang yang nantinya akan menggantikanku”. Muluk ya, sangat mulia ucapanmu hanya terdengar muluk ketika itu dan aku tertawa.
Kita tak saling cinta, hanya saling menyemangati dikala duka dan terpisah di saat senang. Setelah menjadi biasa hadirmu di soreku membuatku mencari saat kamu tak ada. tapi bukan cinta, karena sudah menjadi biasa.
Biasa dan bisa menjadi bosan. apakah itu yang saat ini terjadi dengan kita. Ingin sekali tertawa kenapa bisa bosan? aku bosan, hanya karena sudah biasa dan kamu juga bosan?
yah, aku merindukanmu meski sekarang bosan, tapi hari ini aku merindukanmu.
Oh iya, salam untuk wanita yang saat ini menemani harimu :)


oleh:
diambil dari: http://sarahrachmi.blogspot.com

No comments:

Post a Comment