21 January 2012

Surat Kaleng untuk @AulSoemitro

Untuk pria berkacamata lebar


aku rasa kacamata lebar mu itu, hanya tipuan agar tidak dibilang cina (?).
Aul,


Aku menulis surat kaleng ini karena aku tidak ingin kamu tahu siapa yang diam-diam suka memperhatikanmu dan pelan-pelan mengintip kata-katamu. Karena, aku adalah penggemarmu yang malu-malu.

Ku beritahu satu rahasia, tentang mengapa aku mengagumimu. Saat membaca postingmu, aku seperti melihat suatu aura yang aneh. Misterius tapi menyimpan banyak keunikan. Saat aku melihatmu, ternyata aura itu juga menempel pada dirimu. Tepatnya pada kacamata lebarmu itu. Ada sesuatu yang tidak biasa (mata sipitmu) yang coba kamu tutupi dengan suatu hal biasa, sehingga nampak luar biasa. Sejak itu aku putuskan mengagumimu.

Kemarin, saat tahun belum berganti. Aku melihatmu sibuk mondar-mandir di kampus. Naik turun tangga dan sesekali berbincang dengan kawan lama. Entah apa yang kamu lakukan. Bukankah seharusnya studimu sudah berakhir (?).  Pasti kamu sedang bingung, kenapa aku bisa tahu. (Karena aku suka memperhatikanmu diam-diam).

Beberapa bulan sebelum tahun baru, kamu sibuk mondar-mandir di kampus (lagi). Kali ini berbeda, tidak hanya membawa tas dipundak dan berdandan ala anak kuliah-an. Kamu memakai kemeja dan menenteng sebuah tas. Tas dari sebuah toko yang menyediakan jasa percetakan dan fotokopi. Tas itu penuh dengan buku-buku tebal. Aku rasa aku tahu, jika seorang mahasiswa akhir menenteng tas ini, itu tandanya dia telah siap untuk diwisuda. Yeah, selamat ya lembaran perjuanganmu itu telah terjilid rapi (Skripsi) dan tinggal menunggu massa wisuda. (Kamu terlihat keren saat menggunakan toga). Pasti kamu sedang tersenyum genit membacanya, sebetulnya kata terakhir dalam kalimat itu, baru saja aku cari di google. (Aku lupa, apa nama jubah wisuda itu). Sekarang pasti kamu sedang mentertawakan ketololanku. Selamat ya, telah sah menyandang gelar Spi dibelakang namamu.

Tahun ini aku sudah tidak lagi (dapat) menemukanmu, hanya posting-postingmu yang sedikit membuat rasa rinduku menguap ditelan malam. Aku lihat kamu telah mengemasi semua barang-barangmu kedalam mobilmu yang mungil itu. (Apa rasanya sudah terbebas dari kuliah ?). Kulihat mobil mungilmu itu selamat sampai dirumah.

Sepertinya, aku juga ingin segera kembali ke rumah (sepertimu). Aku akhiri saja surat cinta yang lebih mirip surat pengakuan telah menggagumimu ini, aku harus kembali meghafal mata kuliah untuk ujian besok pagi. Semoga aku masih bisa melihat aura misterius di kacamatamu itu, walaupun kamu sudah kembali kerumah. Sebetulnya aku ingin bertanya, (Apa kamu cina ?). Tanggal 23 besok imlek, selamat ya (jika benar kamu cina).


Semoga kamu masih menggenakan kacamata lebar itu. (Disitu letak auramu).


Untuk kamu,



Pria berkacamata lebar @AulSoemitro



Malang, 12:30 am

No comments:

Post a Comment