21 January 2012

Surat Kaleng untuk @bimaaryaF

Masih

Untuk @bimaaryaF ditempat,
Tanggal, 20 Januari 2011


Ternyata suratku masih untukmu ya. Silahkan kau artikan sendiri.



Aku sedang tidak baik sekarang, perasaanku sejak kemarin tidak enak. Aku tidak tahu harus bercerita ke siapa, karena yang aku percaya hanya kau. Aku butuh teman cerita dan memberiku semangat untuk bangkit lagi. Aku merasa kau orang yang tepat. Karena kau lebih mengerti aku lebih dari diriku sendiri. Namun kau sangat sibuk, aku sangat mengerti itu. Ah, sudahlah lupakan! Masih banyak yang harus kau lakukan, bukan?

Jika kau bertanya padaku, "Apa kau masih sayang padaku?". Ku rasa, aku tidak perlu menjawab.
Jika kau bertanya padaku, "Apa kau masih mencintaiku?". Ku rasa, aku tidak perlu menjawab.
Jika kau bertanya padaku, "Apa kau masih percaya padaku?". Ku rasa, aku tidak perlu menjawab.
Karena, aku pasti menjawab "YA, aku masih........."
Tapi, jangan pernah kau tanyakan padaku, "Sampai kapan kau akan melakukan hal ini?". Aku tidak tau sampai kapan akan melakukan ini, rasa ini masih sangat kuat dan kau masih menjadi pusatnya. Aku akan tetap membiarkan rasa ini, membiarkannya tersimpan menjadi kenangan manis yang abadi.

Aku menyesal, dengan sikapku sendiri saat masih bersamamu. Terlalu banyak mau darimu, terlalu menuntut. Seandainya aku tidak seperti itu, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Tapi, jika kita tidak berpisah mungkin aku tidak akan tau dimana letak kesalahanku, dan tidak akan pernah berubah.

Kau sangat berperan penting dalam pembentukan karakterku. Kau merubahku untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Kau mengajarkan ku banyak hal, tidak hanya cinta dan memahami seseorang. Tapi aku juga belajar untuk mengikhlaskan seseorang, berusaha untuk bangkit lagi dan kembali seperti semula dengan mengumpulkan keping-keping hati yang berserakan. Dari situlah aku mengenali diriku sendiri.

Terima kasih kau masih mau meluangkan waktumu, sampai sekarang. Terima kasih kau telah menyadarkanku. Walaupun, dengan cara yang seperti ini. Yaaaaa memang hanya dengan cari seperti ini yang bisa membuatku berubah, mungkin karena sikapku yang sudah kelewat batas. Aku minta maaf, sudah sangat merepotkanmu selama ini. Sekali lagi terima kasih. :")


Yang masih mencintamu.


Aku harap kau membaca suratku. Aku tidak memaksamu untuk membalas suratku.

No comments:

Post a Comment