28 January 2012

Surat Kaleng untuk @ladoaldo

Kepada: @ladoaldo
rindu dari waktu


Namamu di kontak telepon genggamku masih sama seperti dulu: Aldo sahabatku.

Hallo, pria menyenangkan... 

Tiba-tiba aku rindu kita bercerita, saling mendukung dan bercanda ria. Rasanya sekarang, semua hal menyenangkan tersebut hanya sekedar fatamorgana yang indah untuk dibayangkan. Pintu nyata telah tertutup oleh (mungkin) racun yang menggerogoti kepercayaan. Kepercayaanmu kepadaku, tepatnya.

Ada sesuatu hal yang benar namun masih disembunyikan waktu, aku pun tak tahu apa itu. Hanya yakin, pada suatu hari yang sudah dipilih Tuhan, kita akan kembali seperti dulu. Saling bercerita dan mendukung. Karena kebenaran tidak akan pernah kalah oleh apapun. Dia akan keluar dengan sendirinya. Membeberkan apa yang paling benar.

Aldo yang baik, aku yang menitipkan terimakasih kepada Tuhan akan kehadiranmu, kini sedang terlena dengan kenangan. Dimana waktu memberikan tempat untuk kita saling menyimak kehidupan. Ah, Aldo. Aku rindu pertemanan kita. Rindu akan hal-hal seru yang kebahagiaannya tak akan terhapus oleh waktu.

Tak banyak dan tak perlu lengkap. Lewat surat kaleng ini aku menyelipkan pesan dan rindu akan kebersamaan. Aku dan hati berjanji, akan terus mempercayai bahwa benci tidak akan sukses membunuh rindu.

Ada doaku yang menyelinapkan dirinya di sini. Dia akan selamanya hidup dalam umurmu. Kamu akan terjaga dengan baik. Aku yakin.

Selamat menjelajahi waktumu. Maaf jika ada hal tak sengaja yang menggoreskan kecewa di hatimu, dulu. Seharusnya kamu tahu, hatiku tak mungkin tega melakukan itu.

Maaf dan rindu menggulung menjadi satu.


Salam,

Perempuan kecil yang merindukanmu.

No comments:

Post a Comment