28 January 2012

Surat Kaleng untuk @nanceenenci

Teruntuk kamu Nenci

To : Nenci Ajah @nanceenenci

Hai Nene ... Apa kabarnya? Aku dengar ehmp aku lihat di facebookmu kau berlibur ke Thailand yah Desember lalu? Whuuaa senangnya yah. Aku bisa melihat dari foto – foto profilemu betapa kau bahagia dengan tawa yang lebar. Heheheh

Agak canggung yah karena kita belum pernah tulis menulis surat sebelumnya. Sudah hampir dua tahun aku kehilangan kontakmu. Yah, berkat facebook dan twitter aku bisa tahu bagaimana kabarmu, apa perasaanmu saat kau tulis status, apa saja kegiatanmu sehari – hari, teman – teman baru atau mungkin sahabat yang baru.

Aku memang bukan seorang sahabat yang baik, bukan sahabatmu, bahkan aku tak pantas menjadi temanmu. Untuk addfriend account facebook dan follow twittermu pun aku tak pantas, tak berani. Aku tak tahu kau menyadari atau tidak tapi aku punya account palsu dimana nama dan fotoku berubah. Tidak, aku tidak bermaksud membohongimu hanya saja aku pikir lebih aman jika kau tidak mengetahui aku sebenarnya. Yang terpenting adalah aku bisa tahu bagaimana kabarmu.

Apakah kau masih tinggal di rumahmu yang dulu? Terkadang kakiku memaksaku melangkah ke sana namun lagi – lagi aku tak punya keberanian itu. Kau sudah ganti nomor yah? Beberapa kali aku menelepon tapi tak pernah tersambung.
Akh ... kejadian masa lalu memang tidak akan pernah mudah untuk dilupakan begitu saja yah. Namun, kita harus terus melangkah menuju masa depan. Untuk apa mengingat masa lalu jika hanya akan menambah luka semakin dalam. Maafkan aku yah yang hanya berdiam diri dan tak bisa berbuat banyak pada saat malam tragedi itu. Aku bersalah, dia bersalah, kami memang bersalah telah melimpahkannya semua padamu.

Sejujurnya, melalui surat kaleng ini (semoga saja suratnya sampai padamu) aku ingin memberitahukanmu bahwa tidak akan pernah ada kata mantan sahabat. Aku masih menganggapmu sebagai sahabatku (dulu, sekarang, dan selama) dan aku ingin kau menjadi pengiringku saat aku melangkah menuju pelaminan dengan gaun pengantin hasil desainmu. Kebaya wisuda hasil desainmu masih tersimpan rapi dalam lemariku dan aku ingin kau yang membuat gaun pengantinku.

Tapi, aku tidak memaksa ... tak apa jika kau tidak lagi menganggapku sebagai sahabat. Aku mengerti perasaanmu. Lagipula pernikahan hanya sebuah harapan bagiku yang entah kapan akan terwujud.

Well, aku rasa cukup ... tak banyak kata selain maaf dan menyesal. Dihinggapi perasaan bersalah sepanjang hidup itu seperti memanggul bongkahan batu di punggung. Hanya ingin mencoba untuk merasa lebih ringan sedikit saja.
Maafkan aku yah Nenci Dame Sabar

Dari : masa lalu

1 comment:

  1. kapan kita bisa ketemuan?? coklat yang kita bawa hampir membusuk neeh,,, iyaa aku ganti heheheh,,, ni yang baru... 082120204095. call me anytime laah... semoga dirimu cepet baca yaah.. terus kirimin aq surat cinta lagii.. muach!!!
    love ou!!

    ReplyDelete