28 January 2012

Surat Kaleng untuk @rioputra_a

Hai @rioputra_a,

Entah bagaimana ini bisa sampai padamu. Yang jelas, cukup lama juga kamu bertahan dan menggelayut di sela-sela hidupku yang terus berjalan. Di halaman-halaman yang tak pernah kupikirkan namamu akan hadir. Serta di sela-sela yang mana memang dengan segenap tenaga aku menginginkamu berada di dalamnya. Cukup lama.

Kadang kamu hadir begitu saja. Saat aku tak lagi mengingat cara mengeja namamu dengan benar. Ada masa-masa kamu seakan-akan melompat dari layar komputerku. Menghantarkan sosok yang tak bisa hilang dari benakku walau aku tak lagi berusaha mengingatnya. Ada masa-masa aku pun kadang ingin menyusut masuk ke dalam speaker telepon, menyublim dalam udara yang menghantarkan suaraku ke telingamu. Kemudian mengada di hadapanmu. Ada masa-masa, aku mengalahkan jarak, mencari-cari alasan, hanya untuk sekedar menghilangkan entah apa yang menyesakanku. 

Ada masa-masa aku merindukanmu. Ada pula masa-masa aku merindukan hari-hari tanpa merindukanmu. Masa-masa itu pernah ada. 

Semesta punya cara sendiri untuk ikut campur dalam hidup kita. Aku telah membutuskan menyimpanmu di sela-sela buku harian yang ku simpan baik-baik dalam peti yang ku kunci rapat-rapat. Entah bagaimana, kamu tiba-tiba hadir menyapaku. Semesta mengantarkanmu kembali. Memaksamu keluar dari sela-sela hidup yang kusimpan rapat. Kusimpan. Bukan kulupakan. Tidak akan kulupakan. Karena kamu terlalu mengesalkan untuk dilupakan. 

Kamu datang membawa kelegaan. Atas kehidupan yang telah sama-sama mengalir. Bersama hati dan hati yang memilih kita. Kamu akan menjadi bagian terlucu yang ada dalam kehidupanku. Warna tegas yang memberi cerita dalam pelangi yang membuat hidupku begitu terasa sempurna. Kamu memang utusan semesta yang selalu berjalan dengan caranya sendiri. 

Semesta selalu tahu waktu yang tepat untuk mengirimmu kembali padaku. Walau hanya untuk sekedar sapa. Untuk tawa-tawa yang selalu hadir beserta rasa kesal karena kamu memang mengesalkan. Untuk senyum simpul karena ada hal-hal yang dengan tepat kamu terka.

Kini, kamu membaca ini. Dan kita akan melaju pada kapal kita masing-masing. Yang akan saling menyapa bila semesta mempertemukan kita. 
Melajulah, 
Karena kita tak tahu, kapan ini akan berujung.

Sahabatmu yang baik,
Aku

No comments:

Post a Comment